Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan maut yang melibatkan KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Ia mendorong pembenahan serius sistem keselamatan transportasi rel di Indonesia.
Melalui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Megawati mengaku terus memantau perkembangan penanganan korban melalui pemberitaan media. "Beliau begitu sedih. Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata Hasto, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Megawati juga memberikan arahan kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk memberi perhatian khusus terhadap sistem keamanan perkeretaapian. Ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh melalui rapat kerja bersama PT Kereta Api Indonesia dan pihak terkait.
"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin Saudara Lazarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi, dan sistem instrumentasi kereta api," ujar Hasto.
Menurut Hasto, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem transportasi nasional. "Ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga mengenang masa lalu ketika Presiden Soekarno kerap menggunakan kereta api untuk perjalanan. Ia mengingat bagaimana setiap perlintasan dijaga petugas Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) yang berseragam dan membawa bendera merah sebagai simbol kedisiplinan dan keselamatan.
Megawati berharap agar semangat disiplin dan keselamatan yang pernah diterapkan di masa lalu dapat kembali dihidupkan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem secara menyeluruh agar transportasi kereta api benar-benar menjadi tulang punggung transportasi nasional yang aman dan terpercaya.



