Mayoritas Warga AS Tolak Cara Trump Tangani Iran, Survei AP-NORC Ungkap
Mayoritas Warga AS Tolak Cara Trump Tangani Iran

Sebagian besar warga Amerika Serikat tidak menyetujui cara Presiden Donald Trump menangani isu Iran, sementara tingkat persetujuan umum terhadap kinerjanya sebagai presiden tetap stabil. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terbaru AP-NORC yang dilakukan di tengah pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai.

Perang di Iran Tidak Populer di Kalangan Publik

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu tetap tidak populer di kalangan publik Amerika, meski Trump sempat beralih dari ancaman eskalasi menjadi kembali membuka jalur negosiasi. Dukungan terhadap kebijakan Trump dalam isu Iran juga sangat terbelah secara politik.

Menurut hasil survei, hanya sekitar 3 dari 10 orang dewasa AS yang menyetujui penanganan Trump terhadap Iran. Sementara itu, tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump secara keseluruhan berada di kisaran 40 persen, relatif stabil dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perpecahan Politik dalam Dukungan Kebijakan Iran

Perpecahan politik sangat terlihat dalam respons terhadap kebijakan Iran. Di kalangan Republikan, sekitar 6 dari 10 mendukung pendekatan Trump, sementara di kalangan Demokrat, dukungan hanya sekitar 1 dari 10. Independen berada di posisi tengah dengan sekitar 3 dari 10 mendukung.

“Ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Trump, khususnya terkait Iran, sangat mempolarisasi,” kata seorang analis politik dari AP-NORC. “Meskipun ada upaya negosiasi, publik tetap skeptis.”

Perang yang berkepanjangan juga menjadi faktor utama ketidakpuasan. Hanya 25 persen responden yang mendukung kelanjutan operasi militer di Iran, sementara mayoritas menginginkan penarikan pasukan.

Dampak terhadap Pemerintahan Trump

Meskipun ketidaksetujuan terhadap penanganan Iran tinggi, hal ini belum secara signifikan memengaruhi peringkat persetujuan keseluruhan Trump. Para pengamat mengatakan bahwa isu Iran mungkin tidak menjadi prioritas utama bagi sebagian besar pemilih dibandingkan dengan ekonomi atau imigrasi.

Namun, dengan semakin dekatnya pemilu paruh waktu, ketidakpuasan terhadap perang bisa menjadi isu yang dimanfaatkan oleh Partai Demokrat untuk menggalang dukungan. Survei ini dilakukan pada awal April 2026, melibatkan 1.234 responden dewasa secara nasional, dengan margin kesalahan kurang lebih 3,5 poin persentase.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga