Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat Akibat Kebakaran
Kualitas Udara TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan bahwa kualitas udara di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, berada dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini disebabkan oleh kebakaran yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir, sejak Selasa (30/6) hingga Kamis (2/7).

Pemantauan Kualitas Udara dengan Mobil Stasiun

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) KLH, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan menggunakan dua unit mobil stasiun pemantauan kualitas udara yang ditempatkan di sekitar lokasi kebakaran. "Tadi kami memasang beberapa alat monitoring udara, kualitas udara, yang kita pasang di sini ada dua mobil ya pemantauan udara menunjukkan untuk kondisi yang sangat tidak sehat," ujar Rasio di TPA Jatiwaringin pada Kamis (2/7).

Konsentrasi Partikel Berbahaya Melampaui Ambang Batas

Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi particulate matter (PM2.5) mencapai angka 1.000, jauh melampaui baku mutu udara yang seharusnya sebesar 55. Sementara itu, kadar PM10 tercatat mencapai 750, atau sekitar sepuluh kali lipat di atas ambang batas baku mutu sebesar 75. Angka ini mengindikasikan tingkat polusi yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kandungan Zat Beracun Akibat Pembakaran Sampah

Selain partikel debu, KLH juga memantau kandungan nitrogen oksida (NOx) dan sulfur oksida (SOx) yang muncul akibat pembakaran timbunan sampah, termasuk material plastik. "Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan," jelas Rasio. Menurutnya, pencemaran udara akibat kebakaran TPA Jatiwaringin lebih berbahaya dibandingkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu karena material yang terbakar tidak hanya biomassa, tetapi juga sampah yang menghasilkan gas metana serta berbagai zat berbahaya lainnya.

Dampak Kesehatan yang Lebih Berbahaya dari Karhutla

"Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa, ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya," jelasnya. Oleh karena itu, Rasio mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). "Kami sampaikan tentu pada masyarakat yang berada di lokasi sekitar sini agar tetap menggunakan alat pelindung diri, termasuk menggunakan masker agar dampak pada kesehatan mereka bisa tertangani. Ini langkah-langkah kita sekarang," jelasnya.

Upaya Pemadaman Masih Berlangsung

Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6). Hingga Kamis (2/7), proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran serta dari udara menggunakan helikopter water bombing. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun dampak asap dan polusi telah dirasakan oleh warga sekitar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga