30 Personel Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
30 Personel Manggala Agni Dikerahkan untuk TPA Jatiwaringin

Sebanyak 30 personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan akan dikerahkan untuk memperkuat pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan, menyatakan bahwa pengerahan ini bertujuan mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir.

"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," ujar Rizal di TPA Jatiwaringin, Kamis (2/7). Menurut Rizal, keterlibatan Manggala Agni sangat dibutuhkan karena karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran biasa. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di dalam timbunan sampah setinggi 20 hingga 30 meter.

Personel dari Berbagai Daerah

Rizal mengatakan personel yang diterjunkan berasal dari sejumlah Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah, seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat. "Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hingga kini, upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur: darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing. "Water bombing mungkin hanya memadamkan api yang di atas. Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," ujar Rizal.

Kualitas Udara Sangat Berbahaya

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6) dan memasuki hari ketiga. Asap pekat yang menyelimuti kawasan sekitar berdampak signifikan pada penurunan kualitas udara. Berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi particulate matter (PM2.5) mencapai angka 1.000, jauh melampaui baku mutu udara sebesar 55. Sementara itu, kadar PM10 tercatat mencapai 750, atau sekitar sepuluh kali lipat di atas ambang batas baku mutu sebesar 75.

Petugas gabungan melakukan penyekatan akses menuju TPA Jatiwaringin pada Kamis (2/7) sore. Pembatasan dilakukan dari dua arah: jalur menuju Kecamatan Sukadiri ditutup sekitar 500 meter dari lokasi TPA, sedangkan akses menuju Kecamatan Rajeg dibatasi hingga radius sekitar 200 meter. Sejumlah pengendara yang tidak memiliki kepentingan khusus diminta memutar balik. Akses tetap dibuka bagi kendaraan pemadam kebakaran, tenaga medis, aparat kepolisian, serta petugas lain yang terlibat.

Proses Pemadaman Berlanjut

Rizal Irawan menambahkan bahwa pembatasan akses dilakukan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap berbahaya. Sementara itu, proses pemadaman terus berlangsung. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di sejumlah titik timbunan sampah, dibantu helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. "Sekarang ini kita fokus pemadaman. Baru nanti kita akan melakukan penyelidikan dari mana penyebab sumber api ini," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga