Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela dua pekan lalu bertambah menjadi sedikitnya 3.889 orang. Hampir 17.000 orang terluka dalam gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni tersebut, sementara hampir 18.000 orang lainnya kehilangan tempat tinggal.
Peningkatan Korban dan Upaya Penyelamatan
Jumlah korban tewas meningkat dari 3.811 orang menjadi 3.889 orang pada hari Kamis (9/7) waktu setempat, menurut laporan dari ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez yang diposting di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/7/2026).
Di wilayah pesisir La Guaira yang terkena dampak paling parah, lebih dari 800 bangunan mengalami kerusakan, sementara 190 bangunan ambruk seluruhnya.
Presiden Minta Pencairan Emas di Inggris
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez pada hari Rabu lalu menyerukan pencairan dana Venezuela yang dibekukan di luar negeri untuk membantu negara tersebut mengatasi bencana tersebut. Dia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirimkan surat kepada Raja Inggris Charles III untuk meminta pencairan aset sekitar 30 ton cadangan emas yang dibekukan akibat sanksi-sanksi yang diberlakukan oleh otoritas London.
"Saya memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Raja Inggris agar emas yang disimpan di Bank of England dilepaskan," kata Rodriguez saat berbicara dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (8/7) waktu setempat. "Emas ini adalah milik rakyat kami. Kami membutuhkan emas ini untuk mengatasi dampak gempa bumi," ujarnya.
Bantuan Internasional dan Negosiasi dengan IMF
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berupaya mengumpulkan dana pemulihan sebesar US$300 juta untuk Venezuela. Negara Amerika Selatan tersebut juga sedang bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membuka blokir aset keuangannya, demikian menurut juru bicara IMF, Julie Kozack.



