Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial di era digital. Ia menyatakan bahwa siapa pun, termasuk tokoh publik, dapat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi. Pernyataan ini disampaikan Qodari menanggapi klaim Amien Rais tentang Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang ternyata didasarkan pada hoaks.
Amien Rais Jadi Korban Hoaks
Qodari mengungkapkan keprihatinannya atas video pernyataan Amien Rais yang viral. Menurutnya, Amien Rais sebagai tokoh akademisi telah menjadi korban hoaks. Tuduhan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru terhadap konten video berjudul "Aku Bukan Teddy" yang disalahartikan sebagai pernyataan autentik. Qodari menjelaskan bahwa video tersebut tidak autentik dan tidak dapat dijadikan rujukan.
Video Tidak Autentik dan Manipulatif
Lebih lanjut, Qodari memaparkan bahwa video itu hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung. Penyanyi dalam video tersebut bukan Titiek Soeharto seperti yang diasumsikan. Konten tersebut bahkan telah mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta. Kasus ini menjadi contoh nyata bahaya hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyesatkan publik.
Qodari mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai serta menyebarkan informasi. Ia menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais tentang Teddy adalah hoaks dan tidak berdasar. Dengan meningkatnya penyebaran informasi palsu, kewaspadaan menjadi kunci untuk melindungi diri dari dampak negatif hoaks.



