Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah memasuki hari kesembilan pada Rabu (8/7/2026). Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari berbagai instansi.
Pantauan CNN Indonesia di lokasi menunjukkan asap tebal masih membumbung ke udara dari timbunan sampah. Meskipun kobaran api tidak lagi terlihat di permukaan tumpukan sampah, titik-titik panas di bawah permukaan masih menjadi tantangan utama.
Helikopter Water Bombing Diterjunkan
Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni tampak bersiap melanjutkan operasi pemadaman. Armada pemadam dan alat berat juga telah disiagakan untuk kembali beroperasi mengatasi titik-titik panas yang masih tersisa.
Sekitar pukul 08.02 WIB, satu unit helikopter water bombing milik BNPB sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan penyiraman dari udara. Sebelumnya, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan bahwa empat unit helikopter water bombing akan dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Kami langsung mengerahkan dukungan heli karena ada beberapa spot yang tidak bisa dilakukan pemadaman lewat darat. Insyaallah besok (Rabu) di atas sini ada 4 lagi," ujar Djohan, Selasa (7/7).
Kemajuan Pemadaman Capai 50 Persen
Menurut Djohan, pada hari kedelapan kemarin, 50 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Selain itu, tingkat pembersihan lokasi terdampak juga sudah mencapai sekitar 70 persen. Proses pemadaman menghadapi tantangan karena karakteristik kebakaran di TPA menyerupai kebakaran lahan gambut, di mana api menyala di bawah timbunan sampah sehingga sulit dijangkau.
"Metode penguraian yaitu alat berat seperti buldozer dan ekskavator dikerahkan untuk mengais dan membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap," ujarnya. Keberadaan material seperti plastik dan pecahan kaca juga membahayakan petugas di lapangan.
Kebakaran Berlangsung Sejak 30 Juni
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026). Hingga memasuki hari kesembilan, petugas gabungan masih berupaya melakukan pendinginan dan pemadaman untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Warga sekitar sebelumnya sempat meminta relokasi akibat dampak asap yang berkepanjangan.



