USS Gerald R Ford Tinggalkan Timur Tengah, Ini Alasannya
Kapal Induk AS Tinggalkan Timur Tengah, Ini Sebabnya

USS Gerald R. Ford, kapal induk Amerika Serikat yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, akan meninggalkan kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Keputusan ini diambil di tengah terhentinya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pengerahan Terpanjang dalam Sejarah

Kapal induk yang merupakan salah satu dari tiga kapal induk AS yang dikerahkan ke Timur Tengah ini akan kembali ke pangkalannya di Virginia, Amerika Serikat. Menurut laporan The Washington Post yang mengutip sejumlah pejabat AS, USS Gerald R. Ford diperkirakan tiba di pangkalan pada pertengahan Mei mendatang. Kapal ini mencatat rekor pengerahan terlama, yaitu 309 hari, menjadikannya pengerahan terpanjang untuk kapal induk modern AS.

Dua Kapal Induk Tersisa

Kepergian USS Gerald R. Ford akan menyisakan dua kapal induk AS lainnya, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush, yang masih beroperasi di Laut Arab. Kedua kapal tersebut tetap disiagakan di kawasan Timur Tengah saat Angkatan Laut AS memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyak atau barang dari pelabuhan Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan tanggapan langsung terhadap laporan The Washington Post. Namun, dalam pernyataan melalui media sosial X pada Rabu (29/4), CENTCOM melaporkan bahwa USS Gerald R. Ford masih beroperasi di Laut Merah. "USS Gerald R. Ford terus melakukan operasi penerbangan rutin saat berlayar di Laut Merah," demikian pernyataan CENTCOM.

Latar Belakang Konflik

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Pertempuran terhenti setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu diumumkan pada 7 April lalu. Menjelang berakhirnya gencatan senjata, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Perundingan Damai Mandek

Upaya perdamaian antara AS dan Iran terus dilakukan, namun perundingan damai setelah gencatan senjata di Pakistan pada pertengahan April lalu berakhir tanpa kesepakatan apa pun. Situasi ini membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah masih tinggi meskipun ada gencatan senjata sementara.

Kepulangan USS Gerald R. Ford menandai perubahan strategi militer AS di Timur Tengah, namun kehadiran dua kapal induk lainnya menunjukkan bahwa AS masih mempertahankan kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga