Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memicu kegemparan politik di Italia setelah membongkar peran rahasia Roma dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dalam wawancara dengan Fox News, Rutte mengungkapkan bahwa pemerintah Italia secara diam-diam mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di wilayahnya selama konflik berlangsung. Pengakuan ini bertentangan dengan pernyataan publik para pejabat Italia yang selama ini membantah keterlibatan aktif dalam operasi militer.
Pengakuan Rutte Tentang 500 Penerbangan AS
Dalam wawancara yang dilansir Press TV pada Kamis (25/6/2026), Rutte menyatakan bahwa Italia mengizinkan 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan Amerika di Italia selama perang. "Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka," kata Rutte. Ia menambahkan bahwa total ada 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan Eropa untuk mendukung Operasi Epic Fury, serangan militer AS terhadap Iran. "Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar," ucap Rutte.
Kontradiksi dengan Pernyataan Resmi Italia
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sebelumnya menegaskan bahwa hanya penerbangan logistik dan teknis yang diizinkan berdasarkan perjanjian bilateral dengan AS. Pada Maret lalu, Meloni menyatakan kepada anggota parlemen bahwa Italia "tidak mendukung maupun berpartisipasi" dalam operasi militer terhadap Iran. Pengakuan Rutte langsung memicu kemarahan luas di spektrum politik Italia, dengan partai oposisi menuntut klarifikasi segera.
Reaksi Oposisi Italia
Pemimpin Gerakan Bintang Lima dan mantan PM Italia, Giuseppe Conte, menuduh pemerintah melakukan penipuan. Peppe De Cristofaro, pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri, menyebut situasi ini "sangat serius" dan menuntut Meloni, Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, dan Menteri Pertahanan Guido Crosetto segera memberikan klarifikasi di hadapan parlemen. Angelo Bonelli, dari partai yang sama, menuduh pernyataan Rutte telah mengungkap "kebohongan Meloni". "Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila," tuduhnya.
Bantahan Menteri Pertahanan Italia
Menhan Italia, Guido Crosetto, menepis pernyataan Rutte dengan menegaskan bahwa Italia hanya mengizinkan "kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik" yang sesuai dengan Konstitusi dan perjanjian internasional. Ia menuduh Rutte menyampaikan pesan yang "sangat menyesatkan" karena menyamakan penerbangan pendukung yang telah diizinkan dengan operasi tempur. Kontroversi ini terus bergulir dan menjadi sorotan publik Italia, yang menuntut transparansi penuh dari pemerintah Meloni.



