Iran Cabut Label Tetangga untuk UEA, Kini Disebut Basis Musuh
Iran Cabut Label Tetangga untuk UEA, Kini Basis Musuh

TEHERAN, KOMPAS.com – Ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) semakin meningkat di tengah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa waktu terakhir, Iran diketahui semakin sering menyoroti UEA dalam narasi perang dan pernyataan militernya, termasuk dengan memperingatkan kemungkinan serangan lebih lanjut jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Perubahan Label dari Tetangga Menjadi Basis Musuh

Dalam laporan Al Jazeera pada Selasa (12/5/2026), para pejabat Iran mulai menggambarkan UEA bukan lagi sebagai negara tetangga, melainkan sebagai basis musuh. Ali Khezrian, anggota komisi keamanan nasional parlemen Iran, dalam siaran televisi pemerintah menyatakan, label tetangga dengan Emirat untuk saat ini telah dicabut, dan label basis musuh telah ditetapkan untuk negara tersebut.

Implikasi dari Pernyataan Iran

Pernyataan ini menandakan eskalasi signifikan dalam hubungan bilateral. Sebelumnya, Iran dan UEA memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam beberapa isu regional. Dengan perubahan label ini, Iran secara terbuka menempatkan UEA sebagai target potensial dalam konflik yang lebih luas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para analis memperingatkan bahwa retorika ini dapat memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan Teluk. UEA, yang merupakan sekutu dekat AS dan Israel, kini berada dalam posisi yang lebih rentan terhadap ancaman langsung dari Iran.

Latar Belakang Konflik Timur Tengah

Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara Iran dan Israel, serta keterlibatan AS dalam konflik regional. Iran telah berulang kali memperingatkan akan membalas setiap serangan yang dilancarkan oleh AS atau Israel. Dalam konteks ini, UEA dianggap sebagai basis operasi musuh, terutama karena kehadiran militer AS di negara tersebut.

Selain itu, Iran juga mengkritik keterlibatan UEA dalam normalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham. Langkah ini semakin memperburuk persepsi Iran terhadap UEA sebagai bagian dari blok lawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah UEA terkait pernyataan Iran tersebut. Namun, para pengamat internasional khawatir bahwa retorika ini dapat memicu konfrontasi langsung di kawasan yang sudah tidak stabil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga