Intelijen Israel Beri Info Baru ke AS soal Rencana Iran Bunuh Trump
Intelijen Israel Beri Info Baru soal Rencana Iran Bunuh Trump

Israel memberikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat pekan ini tentang rencana baru dan spesifik dari Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Media-media AS melaporkan hal itu pada hari Kamis (9/7) waktu setempat, di tengah meningkatnya serangan AS dan Iran, yang menambah kekhawatiran akan kembalinya perang habis-habisan.

Laporan Intelijen yang Baru dan Spesifik

Washington telah memantau serangkaian laporan intelijen tentang kemungkinan rencana untuk membunuh Trump, tetapi peringatan dari Israel itu baru dan menyangkut rencana spesifik, lapor CNN mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/7/2026). Media AS lainnya, Wall Street Journal, juga mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa informasi intelijen itu menyebut plot tersebut baru.

Latar Belakang Ancaman Iran

Teheran selama bertahun-tahun telah bersumpah untuk membalas Trump karena memerintahkan pembunuhan jenderal Iran, Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), pada Januari 2020. Trump pun telah mengakui dirinya menjadi sasaran ancaman dari Iran. Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengaku menyadari bahwa namanya berada dalam daftar target yang dimiliki Teheran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS -- saya. Saya ada di setiap daftar. Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat ia terbang pulang dari KTT NATO di Turki pada hari Rabu lalu.

Kekhawatiran Keamanan Trump Meningkat

Pernyataan tersebut semakin menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan Trump. Ia sebelumnya juga telah beberapa kali menjadi sasaran percobaan pembunuhan. Salah satu insiden paling serius terjadi pada 2024. Trump saat itu ditembak saat menghadiri acara kampanye. Dalam peristiwa itu, peluru sempat mengenai bagian telinganya, sebelum ia berhasil dievakuasi petugas keamanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga