Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi di wilayah laut Talaud, Maluku Utara, pada Selasa (7/7/2026) pukul 14.16 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Parameter Gempa dan Lokasi Episenter
Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 40 km. Episenter terletak pada koordinat 3,21° LU; 127,47° BT, atau berlokasi di laut pada jarak 107 Km arah Barat Laut Pulau Doi. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam siaran pers yang diterima Selasa petang.
Skala Intensitas dan Dampak
Menurut laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI di Naha. Skala II-III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu. Selain itu, di Tobelo gempa dirasakan dengan skala II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Jenis Gempa dan Mekanisme Sumber
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault). Hingga pukul 14.30 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Hingga pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," kata Wijayanto.
Dengan memerhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal akibat subduksi lempeng Laut Maluku. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



