Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengangkutan sepeda motor seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tengah mengambil pesanan makanan di kawasan Jakarta Timur. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 17 Juni 2026, ini sempat viral di media sosial setelah video memperlihatkan pengemudi memohon agar motornya tidak diangkut.
Kronologi Penertiban
Penertiban dilakukan dalam operasi gabungan pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam video yang beredar, petugas Dishub mengangkut beberapa kendaraan, termasuk motor milik Sulis Agung Wibowo, yang saat itu sedang mengambil pesanan makanan. Sulis terlihat memohon-mohon dan bahkan memanjat mobil Dishub agar kendaraannya tidak dibawa, karena merupakan sarana utama untuk mencari nafkah.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Petugas melakukan penderekan, angkut jaring untuk roda dua, dan operasi cabut pentil (OCP) terhadap kendaraan yang parkir melanggar aturan. "Pada kegiatan tersebut, petugas menindak lima sepeda motor yang parkir di atas trotoar dengan tindakan angkut jaring," kata Harlem dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.
Alasan Penindakan dan Prosedur
Menurut Harlem, keputusan melanjutkan penindakan diambil demi menjaga keselamatan proses pengangkutan serta menghindari risiko terhadap petugas dan pengguna jalan lain. Pemilik kendaraan diarahkan untuk mengambil motornya di Kantor Sudinhub Jakarta Timur. "Untuk menjaga keselamatan proses pengangkutan serta menghindari risiko terhadap petugas maupun pengguna jalan lainnya, pemilik kendaraan kemudian diarahkan untuk mengambil kendaraannya di Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur," jelasnya.
Harlem menegaskan bahwa petugas telah memberikan penjelasan kepada pengemudi mengenai alasan penindakan. Sudinhub memahami bahwa kendaraan merupakan alat utama bagi pengemudi ojol untuk bekerja. "Kami memahami kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada yang bersangkutan," katanya.
Setibanya di kantor Sudinhub, Sulis dilayani sesuai prosedur. Ia diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran, kemudian motornya dikembalikan tanpa biaya. "Di sana yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran parkir. Setelah itu, sepeda motor langsung dikembalikan tanpa biaya apa pun," ujar Harlem.
Dishub Datangi Rumah Ojol dan Minta Maaf
Pada Sabtu, 20 Juni 2026, jajaran Sudinhub Jakarta Timur mendatangi langsung rumah Sulis Agung Wibowo. Pertemuan bertujuan menjelaskan kronologi kejadian dan meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. "Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi," kata Harlem.
Harlem juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan petugas yang menjadi sorotan publik. Sudinhub Jakarta Timur berjanji melakukan evaluasi dan pembinaan agar penertiban lebih humanis dan persuasif. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh petugas dalam pelaksanaan penertiban tersebut. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan lebih humanis, persuasif, serta tetap mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tutupnya.
Pengakuan Driver Ojol
Sulis Agung Wibowo, pengemudi ojol yang motornya diangkut, mengakui bahwa ia memarkir kendaraan tidak pada tempat yang semestinya saat mengambil pesanan makanan. Ia juga membantah anggapan bahwa kendaraannya ditahan. "Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke kantor Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata Sulis.
Tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan komentar terkait peristiwa tersebut. Rano menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat merespons setiap keluhan warga yang ramai diperbincangkan publik. "Suku Dinas Perhubungan sudah mendatangi kediamannya. Artinya, kami bergerak cepat," kata Rano di Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juni 2026.
Rano mengatakan bahwa pemerintah memantau informasi di media sosial, termasuk kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Media sosial menjadi salah satu kanal yang membantu pemerintah mengetahui persoalan warga. "Kami semua juga memantau informasi perkembangan melalui Instagram. Hal itu menjadi salah satu acuan kami," ujarnya.
Rano menegaskan Pemprov DKI berupaya memberikan respons cepat terhadap persoalan yang muncul, namun proses penyelesaian tidak selalu bisa instan. "Kami sangat merespons dengan cepat apabila ada hal yang bisa segera kami lakukan. Namun, meskipun respons kami cepat, proses perbaikan tentu memerlukan waktu. Itu adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri," tuturnya.
Penertiban Tanpa Diskriminasi
Harlem menegaskan bahwa penertiban dilakukan terhadap seluruh kendaraan yang melanggar aturan parkir tanpa membedakan profesi pemilik, baik roda dua maupun roda empat. Langkah ini bertujuan menjaga fungsi trotoar bagi pejalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan parkir demi kenyamanan bersama," ujarnya.



