Jakarta – Mahasiswa dan sejumlah kelompok masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jakarta pada Senin (22/6/2026). Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyatakan bahwa demonstrasi mahasiswa berpusat di Silang Monas. Massa berasal dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan beberapa elemen lainnya.
Lokasi Demo dan Jumlah Personel
Demo lain digelar di depan Gedung DPR/MPR. Massa yang berpartisipasi berasal dari Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA). “Polda Metro Jaya menyiapkan 4.057 personel gabungan untuk melayani masyarakat yang akan menyampaikan pendapat,” ujar Budi. Ribuan personel tersebut disiagakan di sejumlah titik, antara lain kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, sekitar Gedung DPR/MPR, dan Kementerian Kehutanan. Rincian personel terdiri dari 3.701 anggota Polda Metro Jaya, 156 personel Polres, serta 200 personel BKO TNI.
Budi menambahkan bahwa personel juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, seperti kemacetan, pelanggaran lalu lintas, konvoi, pemblokiran jalan, hingga gangguan terhadap fasilitas umum. Seluruh langkah pengamanan tetap dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Imbauan untuk Personel dan Massa
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Reynold E.P. Hutagalung, meminta seluruh personel menjaga profesionalitas, tidak mudah terprovokasi, dan tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau massa aksi untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi aksi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. “Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi agar mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melihat perkembangan di lapangan,” ungkap Reynold.
Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan dilakukan hingga rangkaian aksi demonstrasi selesai demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan keamanan dapat menghubungi Call Center Polisi 110 yang siap melayani selama 24 jam.
Aksi Demo Sepekan Terakhir
Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026). Mereka mendesak pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan yang dinilai membebani masyarakat. Pada Senin (15/6/2026), mahasiswa dari BEM SI Kerakyatan Wilayah Jakarta dan Cipayung Menggugat juga berunjuk rasa di lokasi yang sama. Mereka menyuarakan tuntutan terkait kondisi nasional, terutama yang berdampak pada kehidupan ekonomi sehari-hari, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak evaluasi terhadap pejabat publik yang dianggap tidak bekerja efektif atau tidak sesuai kompetensi. Massa aksi juga menekankan pentingnya penegakan supremasi sipil dalam penyelenggaraan negara. Selain itu, mereka mengkritisi sejumlah program pemerintah yang perlu ditinjau ulang, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kebijakan sosial agar lebih tepat sasaran.



