Polda Riau secara resmi meluncurkan jersey yang akan dikenakan ribuan pelari dalam ajang Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026. Peluncuran berlangsung pada kegiatan Road to Riau Bhayangkara Run 2026 di Kota Pekanbaru, Minggu (21/6/2026), dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi, serta seluruh pejabat utama Polda Riau, termasuk Karorena Polda Riau yang juga Ketua Panitia Pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Widya Muharam.
Desain Modern dengan Filosofi Mendalam
Jersey RBR 2026 mengusung desain estetika modern, bersih, dan dinamis yang mewakili semangat baru menuju garis finish. Dominasi warna putih dipadukan dengan motif topografi khas Riau dan ornamen Melayu kontemporer. Jersey ini diproduksi bersama MILLS sebagai Official Jersey Partner, menggunakan material berkualitas dan kampanye ramah lingkungan melalui MILLS Green.
Menurut Kombes Daniel, motif garis-garis topografi pada jersey melambangkan bentang alam Riau yang kaya serta perjalanan setiap pelari menuju garis akhir dengan tekad dan konsistensi. "Garis kontur terinspirasi dari peta geografis Provinsi Riau yang mempresentasikan sungai, perbukitan, dan hutan luas—simbol perjalanan, tantangan, konsistensi, dan semangat pelari menuju garis finish," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Simbol Perjuangan dan Kepedulian Lingkungan
Jersey RBR 2026 juga memiliki ikon simbolik perjuangan, seperti ikon pelari dan gajah. Simbol ini merepresentasikan visi Green Policing, seperti Riau Lawan Karhutla, Peduli Gajah, dan gerakan kepedulian lingkungan lainnya. Aksen warna jersey terdiri dari tiga warna sesuai kategori: hijau tua untuk 5K melambangkan ketangguhan, biru muda untuk 10K melambangkan semangat, dan hijau terang untuk 21K melambangkan energi serta kepedulian lingkungan.
Warna putih yang mendominasi merepresentasikan sportivitas dan energi positif. Ornamen Melayu kontemporer yang terinspirasi dari ragam hias Melayu modern melambangkan kearifan lokal, persatuan, dan identitas budaya Riau yang terus berkembang. Garis lurus tebal dan vertikal di bagian depan melambangkan fokus, kecepatan, dan semangat untuk terus melangkah maju membawa nama baik Riau.
RBR 2026: Ajang Lari dengan Misi Lingkungan
Riau Bhayangkara Run 2026 akan diselenggarakan pada 19 Juli 2026 mendatang, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ribu peserta dari dalam negeri hingga mancanegara. Tahun ini, Polda Riau memberikan kesempatan kepada komunitas difabel untuk berpartisipasi. Rencananya, acara akan dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan mengambil flag off.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa Riau Bhayangkara Run bukan sekadar lomba lari, melainkan gerakan untuk maju bersama melindungi dan melestarikan alam. "Dengan berlari, kita ingin menggaungkan pesan bahwa menjaga alam dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita satukan langkah dan rapatkan barisan untuk menanamkan upaya kolaboratif. Ini adalah langkah untuk mengubah mindset seluruh masyarakat Provinsi Riau agar selalu melindungi alam, menjaga ekosistem, termasuk melindungi satwa liar kita seperti gajah dan harimau Sumatera," ujarnya di Pekanbaru, Minggu (21/6).
Tantangan Lingkungan 2026
Irjen Herry Heryawan menambahkan bahwa setiap derap langkah dalam ajang ini membawa misi besar: menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi melawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta melestarikan satwa endemik Riau. Tahun 2026 diprediksi menjadi tantangan berat bagi sektor lingkungan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau tengah memasuki siklus cuaca ekstrem 30 tahunan, yang mana fenomena serupa terakhir kali melanda Indonesia pada tahun 1997 silam.



