Biaya Ballroom Gedung Putih Membengkak Jadi Rp 10,6 Triliun, Sebagian dari Pajak
Biaya Ballroom Gedung Putih Bengkak Jadi Rp 10,6 T

Biaya pembangunan ballroom baru di Gedung Putih yang digagas Presiden AS Donald Trump dilaporkan membengkak menjadi US$ 600 juta atau setara Rp 10,6 triliun. Lebih dari separuh biaya proyek yang menuai kritikan tersebut berasal dari dana wajib pajak AS.

Informasi Terbaru dari The Washington Post

Informasi ini disampaikan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, dalam laporannya pada Selasa (16/6) waktu setempat. Laporan ini bertentangan dengan pernyataan Trump yang sebelumnya memperkirakan biaya pembangunan ballroom itu mencapai US$ 400 juta atau Rp 7 triliun. Trump juga berulang kali menegaskan bahwa donatur swasta, termasuk dirinya, akan menanggung biaya pembangunan.

Ballroom baru di Gedung Putih ini disebut menjadi bagian penting dari upaya Trump untuk memberikan pengaruh di ibu kota AS.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rincian Biaya dan Sumber Dana

Dalam laporannya, The Washington Post mengutip salinan biaya terperinci yang disiapkan untuk pemerintahan Trump oleh Clark Construction, kontraktor yang dipekerjakan untuk membangun ballroom tersebut. Proyek ini dimulai tahun lalu ketika Trump, tanpa peringatan dan konsultasi dengan Kongres, merobohkan seluruh gedung Sayap Timur atau East Wing Gedung Putih yang bersejarah.

Gedung Putih, dalam tanggapannya kepada AFP pada Selasa (16/6), menegaskan bahwa Trump dan para donatur menanggung sebagian besar biaya. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan bahwa Presiden Trump dan para patriot Amerika yang dermawan mendanai ballroom tersebut sekitar US$ 400 juta, yang akan menjadi tempat yang aman dan layak bagi para Presiden untuk generasi mendatang. Ingle menyebut proyek ballroom itu terkait erat dengan keamanan presiden dan aset keamanan lainnya, termasuk empat landasan drone di atap dan rumah sakit di ruang bawah tanah.

Pada akhir Maret lalu, Trump menegaskan kepada wartawan bahwa proyek ballroom tersebut akan menelan biaya hingga US$ 400 juta dan menyebutnya bebas dari uang wajib pajak.

Fakta yang Bertentangan

Namun, berdasarkan laporan The Washington Post, ringkasan yang disiapkan untuk Gedung Putih pada awal Maret sudah memperkirakan total biaya sebesar US$ 600 juta, dengan hanya US$ 293 juta yang berasal dari sumber swasta. Saat Trump menyampaikan pernyataan pada akhir Maret itu, pemerintahannya telah menyetujui lebih dari selusin pembayaran dana publik kepada Clark Construction dengan total puluhan juta dolar AS, menurut catatan faktur kontraktor.

Ketika Trump pertama kali mengemukakan gagasan pembangunan ballroom baru, dia mengatakan biayanya mencapai US$ 200 juta atau Rp 3,5 triliun.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga