Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis. Serangan ini merupakan yang kedua kalinya dalam tiga hari terakhir.
Kronologi Serangan Terbaru
Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan pasukannya menembak jatuh empat drone milik Iran yang dianggap mengancam di sekitar Selat Hormuz. Selain itu, sebuah lokasi di Bandar Abbas diserang saat bersiap meluncurkan drone kelima. Media Iran melaporkan ledakan terdengar di wilayah timur kota tersebut.
Centcom menggambarkan tindakan ini sebagai "terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata". Namun, Iran mengecam serangan tersebut sebagai "pelanggaran serius terhadap gencatan senjata" dan berjanji akan membalas.
Eskalasi di Tengah Perundingan
Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, serta perundingan panjang untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan. Konflik ini menghambat lalu lintas di Selat Hormuz dan mendorong lonjakan harga energi global.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran "bernegosiasi dalam posisi terdesak" dan menegaskan strategi perangnya tidak akan dipengaruhi oleh pemilu paruh waktu AS. Ia juga mendesak negara-negara Teluk untuk bergabung dalam Abraham Accords guna menormalisasi hubungan dengan Israel.
Reaksi Iran dan Garda Revolusi
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone AS serta melepaskan tembakan ke sebuah jet tempur dan satu drone lain yang memasuki wilayah udara Iran. Iran menegaskan "tidak akan membiarkan satu pun tindakan permusuhan tanpa balasan".
Perundingan Damai Masih Alot
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan dari perundingan masih memungkinkan, namun akan memakan waktu beberapa hari. Nota kesepahaman yang dibahas dilaporkan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta rencana perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran.
Trump sempat menyatakan kesepakatan sudah dekat, namun kemudian menginstruksikan para perunding "agar tidak terburu-buru". Ia mengatakan, "Iran sangat berniat, mereka benar-benar ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini mereka belum sampai ke tahap itu dan kami belum puas."
Latar Belakang Konflik
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Gencatan senjata disepakati pada 8 April dan sebagian besar dipatuhi, meskipun sempat terjadi bentrokan pada awal Mei. Iran tetap mengendalikan Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS berupaya memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Konflik ini menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam dan memicu krisis energi global. Hingga kini, belum jelas dampak serangan terbaru terhadap kelanjutan perundingan damai.



