Laporan media terkemuka Amerika Serikat, New York Times (NYT), mengungkapkan bahwa Pentagon atau Departemen Pertahanan AS merahasiakan informasi mengenai puluhan tentara AS yang terluka akibat rentetan serangan Iran terhadap pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Serangan Rudal Iran Timbulkan Korban dan Kerusakan
NYT, yang mengutip sejumlah pejabat AS yang berbicara secara anonim, seperti dilansir Press TV pada Selasa (21/7/2026), mengungkapkan bahwa rentetan serangan rudal balistik Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan pangkalan-pangkalan lainnya di kawasan tersebut telah menimbulkan korban luka dan memicu kerusakan.
"Serangan-serangan tersebut melukai puluhan personel militer AS dan merusak beberapa helikopter," sebut NYT dalam laporannya, merujuk pada serangan rudal Iran pekan lalu.
Laporan NYT itu menyebutkan bahwa Iran melancarkan tiga serangan tambahan terhadap pasukan AS di Yordania pada pekan yang sama. Namun, menurut NYT, Pentagon tidak mengungkapkan serangan-serangan sebelumnya ataupun korban jiwa serta kerusakan yang diakibatkannya.
Alasan Kerahasiaan Menurut Pejabat AS
Seorang pejabat militer AS yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Komando Pusat AS atau CENTCOM tidak diwajibkan untuk mempublikasikan informasi mengenai personel militer yang terluka. Argumen dari seorang pejabat AS lainnya menyebut bahwa tindakan itu dapat memungkinkan Iran untuk menargetkan pasukan AS di kawasan tersebut secara lebih akurat menggunakan rudal balistik dan drone.
Pentagon belum menggelar konferensi pers mengenai perang Iran sejak Mei lalu, sehingga publik hanya memperoleh sedikit informasi tentang strategi militer AS.
Korban Tewas dan Luka yang Diakui Secara Resmi
Media AS lainnya, CBS News, melaporkan pada Jumat (17/7) bahwa serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania menewaskan dua tentara AS dan menyebabkan satu tentara lainnya hilang. Secara terpisah, seorang tentara AS lainnya dilaporkan tewas di Irak.
Otoritas militer AS secara resmi telah mengakui setidaknya 17 tentara Amerika tewas dan lebih dari 430 tentara lainnya luka-luka selama operasi militer terhadap Iran berlangsung. Namun, jumlah korban luka belum diperbarui dalam beberapa minggu terakhir.
Korban Luka Bisa Mencapai Ratusan
Menurut laporan CBS News yang mengutip sumber pejabat AS, seperti dilansir Anadolu Agency, hampir 100 personel militer AS luka-luka akibat rentetan serangan udara Iran terhadap pangkalan militer di Timur Tengah sepanjang Juli ini. Sebagian besar tentara AS yang luka-luka itu kini telah kembali bertugas secara aktif.
Sementara itu, laporan media AS The Intercept pada April lalu menyebutkan bahwa Washington "menutupi informasi korban jiwa", dengan disebutkan bahwa hampir 750 tentara AS tewas atau luka-luka -- angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang dirilis AS.
Prioritas Keamanan Operasional
Sepanjang perang berkecamuk, Pentagon bersikeras menyatakan bahwa "keamanan operasional" lebih diutamakan daripada memberikan informasi kepada publik Amerika mengenai perkembangan konflik, termasuk soal korban jiwa di pihak militer.



