Militer Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran. Ledakan terdengar di dekat Desa Khondab, Iran, pada Senin (13/7/2026).
Dua Ledakan di Khondab
Menurut kantor berita SNN Iran, penduduk desa Khondab di Provinsi Markazi Iran melaporkan mendengar dua ledakan. Wakil Gubernur Markazi mengatakan suara tersebut disebabkan oleh "proyektil musuh" yang mendarat di luar kota. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa serangan AS telah mencapai wilayah daratan Iran.
Serangan Bertujuan Melemahkan Kemampuan Iran
Militer AS sebelumnya mengumumkan bahwa gelombang serangan baru terhadap Iran telah dimulai pada hari Minggu kemarin. AS menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan 'terus melemahkan' kemampuan Teheran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan di platform X bahwa serangan terbaru dimulai pada pukul 21.00 GMT, Minggu (12/7).
"Pada jam 5 sore ET. Hari ini (Minggu), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus menurunkan kemampuan mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang dengan bebas transit di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM. CENTCOM menambahkan bahwa Presiden Donald Trump "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran."
Dampak dan Konteks Serangan
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Sebelumnya, pos perbatasan dan anjungan minyak lepas pantai Kuwait juga dilaporkan diserang, menambah ketegangan di kawasan Teluk. Belum ada laporan korban jiwa dari ledakan di Khondab, namun situasi keamanan di wilayah tersebut semakin memanas.



