Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara pada Kamis (28/5/2026). Eskalasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan adanya kesepakatan sementara terkait Selat Hormuz.
Serangan di Sekitar Selat Hormuz
Dilansir dari Reuters, seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa militer AS berhasil menembak jatuh empat drone serang milik Iran. Selain itu, mereka juga menghantam sebuah fasilitas pengendali darat di Kota Pelabuhan Bandar Abbas. Serangan ini merupakan respons atas tindakan Iran sebelumnya.
Dampak Eskalasi Konflik
Eskalasi terbaru ini kembali mengguncang harapan tercapainya gencatan senjata permanen. Perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari tersebut telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan mendorong kenaikan tajam harga energi dunia. Situasi ini semakin memperburuk stabilitas kawasan dan perekonomian global.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pertahanan dengan mendanai perusahaan drone senilai Rp 26.000 triliun. Langkah ini menunjukkan keseriusan AS dalam menghadapi ancaman Iran di kawasan tersebut.
Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara. Tanpa adanya kesepakatan, konflik ini berpotensi meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi keamanan global dan pasokan energi dunia.



