Trump Tegaskan Dominasi AS-Israel dalam Konflik dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres AS di Ruang DPR Gedung Capitol, Washington, D.C., pada Selasa (24/2/2026). Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel berada dalam posisi yang sangat kuat dalam perang mereka melawan Iran.
Klaim Keras Trump tentang Kepemimpinan Iran
Dilansir dari AFP pada Kamis (5/3/2026), Trump dengan tegas menyatakan bahwa calon pengganti pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, "berakhir mati". Ia juga mengklaim bahwa persenjataan rudal balistik Teheran sedang "dimusnahkan dengan cepat" oleh pasukan koalisi.
Dalam sebuah pertemuan dengan para petinggi teknologi di Gedung Putih, Trump dengan percaya diri menilai situasi perang. "Kita baik-baik saja di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan keyakinannya yang tinggi atas keunggulan militer AS dan Israel.
Pembenaran Serangan dan Ancaman Nuklir
Berbicara pada hari kelima perang, Trump mengulangi pembenarannya untuk menyerang Iran. Ia menegaskan bahwa Teheran sedang dalam proses memperoleh senjata nuklir, yang dianggapnya sebagai ancaman serius. "Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk terjadi," tambah Trump, menyiratkan risiko yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran.
Trump juga menyoroti ketidakstabilan kepemimpinan di Iran. "Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati," klaimnya. Ini mengindikasikan bahwa AS percaya adanya kekosongan kekuasaan yang parah di Iran pasca-kematian Khamenei.
Prosesi Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei
Sementara itu, Iran bersiap menggelar prosesi pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat akibat serangan AS dan Israel. Prosesi ini dijadwalkan dimulai pada Rabu (4/3) malam waktu setempat.
Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran, seperti dilansir AFP pada Rabu (4/3), mengumumkan bahwa warga Iran mendapat kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei. "Mulai pukul 22.00 waktu setempat, umat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang martir tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khomeini," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita IRNA.
Konflik ini terus memanas, dengan Trump menegaskan komitmen AS untuk melanjutkan tekanan militer terhadap Iran. Situasi di Timur Tengah semakin tegang, dengan kedua belah pihak saling menunjukkan kekuatan dan determinasi dalam perang yang berlarut-larut ini.
