Trump Geram Sebut Spanyol Pecundang dan Inggris Mengecewakan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik pedas terhadap dua sekutu utama Amerika Serikat, yaitu Spanyol dan Inggris. Dalam pernyataannya yang dilansir New York Post pada Jumat (6/3/2026), Trump secara terbuka menyebut Spanyol sebagai "pecundang" dan menyatakan kekecewaannya yang mendalam terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Spanyol Dituding Bermusuhan dengan NATO
Trump tidak hanya menyebut Spanyol sebagai pecundang, tetapi juga menuduh negara tersebut bersikap "sangat bermusuhan" dengan aliansi NATO. Dia menegaskan bahwa Spanyol adalah satu-satunya anggota yang menolak komitmen pembayaran iuran sebesar 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pertahanan bersama.
"Mereka tidak membayar iuran mereka -- mereka satu-satunya yang memilih menentang pembayaran 5%, dan mereka sangat bermusuhan dengan semua orang," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Kekecewaan Trump Terhadap Inggris dan Keir Starmer
Sementara itu, Trump juga mengungkapkan frustrasinya terhadap Inggris dan pemimpinnya, Keir Starmer. Menurut laporan media Telegraph, Trump bahkan menyebut Starmer sebagai "pecundang" dalam percakapan pribadi. Dalam pernyataan resminya, Trump dengan tegas mengatakan bahwa Starmer "bukan Winston Churchill" dan menuduhnya merusak hubungan internasional.
"Yah, dia bukan Winston Churchill, izinkan saya mengatakannya seperti itu," ujar Trump.
Kekecewaan Trump terutama disebabkan oleh keputusan Starmer yang tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris dalam kampanye bombardir bersama Israel terhadap Iran. Starmer sebelumnya membela keputusannya dengan mengatakan bahwa solusi terbaik adalah "penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Iran" untuk menghentikan ambisi nuklir mereka.
Trump Akui Masih Berkomunikasi dengan Starmer
Meskipun sangat kecewa, Trump mengaku masih berkomunikasi dengan Perdana Menteri Inggris tersebut. "Saya akur dengannya," kata Trump. Namun, dia menambahkan bahwa Starmer terkadang tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai sekutu.
"Saya sangat terkejut dengan Keir. Sangat kecewa," cetus Trump. "Tapi dia, terkadang dia tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dia lakukan."
Kritik keras Trump ini menambah ketegangan dalam hubungan internasional, terutama di tengah konflik yang melibatkan Iran dan upaya Amerika Serikat untuk memperkuat dukungan sekutu dalam kampanye militernya.
