Trump Sambut Baik Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Tapi Blokade Tetap Berlaku
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif pengumuman Iran yang membuka penuh Selat Hormuz selama masa gencatan senjata di Lebanon. Namun, dalam pernyataannya yang tegas, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga kesepakatan damai secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Ucapan Terima Kasih dan Pernyataan Tegas di Media Sosial
Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis pesan dengan gaya khas menggunakan huruf kapital semua. "TERIMA KASIH!" tulisnya, sambil menyebutkan bahwa Iran telah mengumumkan jalur pelayaran strategis tersebut "SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA." Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap pengumuman resmi dari pemerintah Iran.
Hanya beberapa menit kemudian, seperti dikutip dari kantor berita AFP pada Jumat, 17 April 2026, Trump kembali memposting pesan lanjutan. Dalam pesan kedua tersebut, ia menegaskan bahwa "Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya terkait dengan Iran, hanya, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100%." Pernyataan ini memperjelas posisi Amerika Serikat yang tetap menjaga tekanan sambil membuka ruang diplomasi.
Proses Negosiasi yang Diklaim Sangat Cepat
Trump optimis bahwa proses menuju kesepakatan damai dengan Iran akan berjalan dengan cepat. "Proses ini seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan," ujarnya. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan pada hari Kamis, di mana ia mengungkapkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah 'sangat dekat' meskipun pembicaraan yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance di Pakistan pada akhir pekan sebelumnya belum mencapai terobosan signifikan.
Latar Belakang Pengumuman dari Iran
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengumumkan secara resmi pada hari Jumat bahwa Selat Hormuz akan tetap "sepenuhnya terbuka" selama gencatan senjata di kawasan Timur Tengah berlangsung. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia dan berbagai komoditas penting lainnya. Pembukaan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mendukung stabilitas ekonomi global.
Pengumuman dari Iran ini muncul dalam konteks upaya diplomasi untuk meredakan konflik regional, sementara Amerika Serikat tetap mempertahankan kebijakan blokade sebagai bagian dari strategi negosiasi. Situasi ini mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan internasional, di mana langkah-langkah simbolis seperti pembukaan selat disambut baik, tetapi sanksi ekonomi dan militer tetap dipertahankan hingga tercapai kesepakatan yang komprehensif.



