Ketua DPD RI Soroti Perubahan Dahsyat Dunia dan Dominasi Kecerdasan Buatan
Jakarta - Dalam acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin menyampaikan pandangan mendalam tentang kondisi dunia yang telah berubah secara dahsyat. Acara ini berlangsung di Hotel Millenium Sirih, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/4/2026), dan dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung serta Ketua Umum ICMI Arif Satria.
Peran ICMI dalam Geopolitik dan Demokrasi
Sultan menekankan bahwa ICMI diharapkan dapat berperan sebagai menara air dalam situasi geopolitik yang belum pasti, dengan kemampuan untuk menentukan temperatur dan meneduhkan kondisi global maupun nasional. Ia berharap organisasi ini terus mencetak generasi proaktif yang mengawal demokrasi, sehingga sistem demokrasi di Indonesia semakin baik dan terkontrol dari hari ke hari.
Transformasi Teknologi dan Dominasi Robotika
Dalam pidatonya, Sultan menyoroti perubahan luar biasa di dunia, di mana mesin dan robot telah mengambil alih banyak aspek kehidupan. "Kekuatan fisik kita, seluruh tenaga kita, sudah digantikan betul sama mesin, sama robot," ujarnya. Ia menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) kini melampaui kemampuan manusia, bahkan dalam hal kecepatan analisis yang melebihi profesor dan doktor.
Kecanggihan AI dan Akses Informasi Instan
Sultan mengungkapkan bahwa dengan satu klik saja, masyarakat dapat mengakses informasi detail, mulai dari undang-undang hingga pengetahuan saintifik. "Just one click, itu keluar semua apa yang diinginkan. Jadi kadang-kadang kita baru mikir, dia udah keluar," katanya. Namun, ia menegaskan bahwa ada satu hal yang hampir pasti tidak bisa digantikan oleh teknologi: hati yang bersih.
Hati Nurani sebagai Pembeda Utama
Menurut Sultan, meskipun AI telah mengambil alih banyak fungsi, hati nurani manusia tetap menjadi pembeda yang tak tergantikan. "Hati yang bersih, itu nggak bisa diganti dengan chip," tegasnya. Ia mengingatkan bahwa kelebihan ini harus dijaga selamanya, karena AI tidak akan pernah mampu mereplikasi nilai-nilai kemanusiaan tersebut.
Dengan demikian, Sultan mengajak semua pihak untuk tetap mempertahankan integritas dan moral di tengah kemajuan teknologi yang pesat, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.



