Guru Ngaji di Puncak Bogor Didatangi Warga Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Guru Ngaji di Puncak Bogor Didatangi Warga Diduga Pelecehan

Guru Ngaji di Puncak Bogor Didatangi Warga Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan rumah seorang guru ngaji didatangi oleh sejumlah warga di daerah Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor. Insiden ini terjadi karena sang guru ngaji diduga kuat melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu muridnya yang masih di bawah umur. Keluarga korban telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat untuk memproses hukum lebih lanjut.

Konfirmasi dari Kapolsek Megamendung

Kapolsek Megamendung, Iptu Desi Triana, membenarkan bahwa peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut memang benar terjadi di wilayah hukumnya. Menurut penjelasan Desi, kasus ini pertama kali terungkap sekitar dua hari yang lalu dan saat ini telah ditangani oleh Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor sebagai unit yang berwenang.

"Kejadiannya betul, terungkapnya dua hari lalu. Pastinya tindakan awal Polsek Megamendung datang ke lokasi, setelah itu kita koordinasi dan komunikasi dengan satuan fungsi PPA, dan pagi tadi kita serahkan, arahkan ke PPA Polres Bogor," kata Desi saat dimintai konfirmasi pada hari Jumat, 17 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detil Terduga Pelaku dan Lokasi Kejadian

Desi menyebutkan bahwa rumah yang didatangi oleh warga dalam video viral tersebut merupakan tempat tinggal seorang guru ngaji yang biasa dipanggil dengan sebutan ustaz oleh masyarakat sekitar. Terduga pelaku diketahui sesekali mengajar mengaji anak-anak di lingkungan rumahnya, meskipun aktivitas mengajinya tidak dilakukan secara rutin.

"Betul, (yang digeruduk warga) itu rumah terduga pelaku, baru diduga ya. Jadi guru ngajinya juga kadang-kadang aja, cuma dia sering kenalnya, dipanggilnya ustaz," jelas Desi. "Baru diduga (lakukan pelecehan) ya, dan tindak lanjutnya satuan fungsi PPA Polres Bogor yang bisa menjelaskan," imbuhnya menegaskan bahwa status pelaku masih dalam tahap dugaan.

Suasana Kerumunan Warga dalam Video Viral

Dalam video viral yang beredar luas dan telah dilihat oleh detikcom, tampak jelas sejumlah orang berkerumun di depan rumah warga yang dinarasikan sebagai tempat tinggal terduga pelaku pelecehan seksual. Suasana tampak panas dengan beberapa warga yang berteriak-teriak mencari penghuni rumah.

Salah seorang warga bahkan dengan lantang meneriakkan kata "Kaluar" sementara warga lainnya berseru dalam bahasa Sunda, "Aya di imahna keur nyumput" yang berarti ada di rumahnya sedang bersembunyi. Hal ini menunjukkan tingkat emosi dan kekhawatiran masyarakat setempat terhadap kejadian yang menimpa anak-anak di lingkungan mereka.

Perkembangan Terbaru dari Kasat PPA Polres Bogor

Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, memberikan keterangan terpisah bahwa korban bersama dengan orang tuanya telah resmi membuat laporan kepada polisi pada sore hari. Silfi menyatakan bahwa pihaknya baru memulai proses pemeriksaan terhadap pelapor dan akan segera memeriksa korban untuk mendapatkan keterangan yang lebih lengkap.

"Tadi sore orang tua korban baru melaporkan ke polres," kata Silfi. "Untuk hari ini kita baru pemeriksaan pelapor, nanti kami tanyakan saat pemeriksaan korban (apakah korban murid terduga pelaku)," tambahnya menjelaskan tahapan investigasi yang sedang berjalan.

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam lingkungan pendidikan nonformal seperti mengaji. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan ruang bagi pihak berwajib untuk menyelesaikan proses hukum secara adil dan transparan. Polisi akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan pelecehan seksual ini dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga