Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresmikan pesawat Air Force One yang baru, yang merupakan hadiah dari pemerintah Qatar. Trump memamerkan pesawat Boeing 747-8 yang dijulukinya 'Gedung Putih terbang' dalam seremoni peresmian pada Jumat (19/6) di Pangkalan Gabungan Andrews.
'Ini dianggap sebagai pesawat paling mewah di dunia,' kata Trump dalam pidatonya di hanggar pesawat saat seremoni peresmian, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/6/2026). Trump memuji Emirat Qatar yang disebutnya 'sangat baik' dan telah 'menyediakan' pesawat tersebut.
Pesawat hadiah dari Qatar itu, yang bernilai ratusan juta dolar Amerika, telah menimbulkan kekhawatiran etis, konstitusional, dan keamanan. Trump sebelumnya mengatakan akan 'bodoh' untuk menolak hadiah tersebut, dan memicu kekhawatiran lebih lanjut dengan mengatakan pesawat itu pada akhirnya akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenannya nanti.
Dalam seremoni peresmian di Pangkalan Gabungan Andrews di luar Washington DC pada Jumat (19/6), Trump memuji pengerjaan yang dilakukan dalam memodifikasi pesawat tersebut. 'Dengan pengabdian luar biasa dari Anda semua di sini hari ini, pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya,' sebut Trump.
'Saat Anda melihatnya, Anda tidak akan percaya, sungguh, kualitas kayunya, kualitas bahannya, kualitas mesinnya,' ucap Presiden AS tersebut. 'Dan saya ingin berterima kasih kepada Emir Qatar,' kata Trump dalam pidatonya.
Sekelompok jurnalis yang diizinkan melihat bagian dalam pesawat tersebut melaporkan bahwa pesawat Air Force One baru itu memiliki kursi berlapis kulit, karpet mewah, panel kayu, dan dinding berwarna krem dan cokelat muda dengan nuansa emas. Trump yang berulang kali memuji ukuran pesawat dan mesinnya, menyebut 'pesawat ini terbang lebih jauh dan lebih cepat daripada Air Force One mana pun'.
Dia juga mengatakan bahwa pesawat baru ini kemungkinan akan berpartisipasi dalam penerbangan penghormatan saat perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli mendatang. Air Force One baru ini didapatkan Trump setelah dia, sejak masa jabatan pertamanya, terobsesi untuk mengganti pesawat yang lama, yang telah beroperasi sejak tahun 1990-an.
Pada Kamis (18/6), para pejabat Gedung Putih mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu dari dua pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi secara besar-besaran menjadi Air Force One dan telah membawa sejumlah Presiden AS selama beberapa dekade.



