Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Tambahan ke Timur Tengah
Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Tambahan ke Timur Tengah

Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Tambahan ke Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan satu kapal induk AS lainnya, beserta aset-aset militer tambahan, ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Iran, meskipun kedua pihak tengah menjalani perundingan nuklir.

Peningkatan Tekanan Militer

Rencana pengerahan kapal induk kedua ini, seperti dilansir oleh media Al Arabiya dan Anadolu Agency, semakin meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Trump membenarkan bahwa dirinya "sedang mempertimbangkan" pengerahan tambahan tersebut saat berbicara kepada media Axios. "Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul," ucap Trump.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menambahkan bahwa diskusi internal mengenai kelompok tempur kedua sedang berlangsung. Kapal induk tambahan ini nantinya akan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln yang saat ini telah ditempatkan di kawasan tersebut.

Pilihan Biner untuk Iran

Trump menggambarkan pilihan yang dimiliki Iran sebagai pilihan biner yang tegas. "Entah kita akan mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali," tegasnya. Pernyataan ini merujuk pada pengeboman AS pada Juni tahun lalu terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Meskipun demikian, Trump mengindikasikan bahwa dirinya mengantisipasi putaran kedua negosiasi dengan para pejabat Iran di masa depan. Dia mengklaim bahwa Teheran sekarang lebih serius terlibat dalam perundingan dan sangat menginginkan kesepakatan.

Optimisme dan Peringatan

Trump menilai bahwa Teheran sebelumnya meremehkan kesediaan Washington untuk bertindak. "Terakhir kali, mereka tidak percaya saya akan melakukannya. Mereka terlalu percaya diri," kata Trump, seperti dikutip Channel 12 Israel.

Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa kesepakatan yang mencakup program nuklir Iran adalah "hal yang mudah". Dia juga mengungkapkan optimisme tentang pembatasan kemampuan rudal balistik Teheran. "Kita bisa mencapai kesepakatan yang hebat dengan Iran," tegasnya, sambil menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk memperoleh senjata nuklir.

Perundingan nuklir antara Washington dan Teheran terus berlanjut, dengan kedua pihak menyatakan kesediaan untuk mencapai kesepakatan guna mencegah aksi militer lebih lanjut. Namun, rencana pengerahan kapal induk tambahan ini menunjukkan bahwa AS tetap mempertahankan opsi militer di atas meja perundingan.