Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperkirakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai pada pekan depan. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara telepon dengan ABC News pada Senin, 1 Juni 2026 waktu setempat.
Trump Optimis Kesepakatan Segera Tercapai
"Terlihat bagus, terlihat bagus," kata Trump. Ia mengakui adanya sedikit hambatan pada hari itu, namun ia segera mengatasinya. Hambatan tersebut terkait kemarahan Iran atas serangan Israel yang meluas terhadap Lebanon, markas kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.
Trump mengaku telah berkomunikasi dengan Hizbullah dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan tembakan. "Saya berbicara dengan Hizbullah, dan saya mengatakan tidak ada tembakan, dan saya berbicara dengan Bibi dan mengatakan tidak ada tembakan, dan mereka berhenti saling menembak," ujarnya.
Kesepakatan Damai Lebih Baik dari Kemenangan Militer
Trump menambahkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran bisa lebih baik dari kemenangan militer. "Ini bukan hal yang sederhana. Anda berbicara tentang negara yang sangat besar yang membuat kesepakatan. Permusuhan yang luar biasa," katanya. "Ini bukan hal yang mudah bagi mereka. Sebenarnya ini juga tidak mudah dari sudut pandang kita. Tetapi kita mendapatkan apa yang perlu kita dapatkan."
Ketika ditanya kapan kesepakatan mengenai perpanjangan gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz akan diselesaikan, Trump menjawab: "Saya pikir Anda berbicara tentang pekan depan." Ia menambahkan bahwa dirinya belum menyetujuinya karena masih perlu mendapatkan beberapa poin lagi.



