Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal
Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz Usai Gagal Negosiasi

Perundingan Gagal, Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade total terhadap Selat Hormuz. Keputusan drastis ini diambil menyusul kegagalan perundingan maraton antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Pakistan.

Negosiasi Maraton Berakhir Tanpa Kesepakatan

Trump mengungkapkan bahwa negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Pakistan sebenarnya berjalan dengan baik dan sebagian besar poin telah disepakati. Namun, negosiasi akhirnya mentok karena pemerintah Iran menolak untuk mengalah dalam masalah program nuklirnya.

"Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," tegas Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Trump bahkan mengeluarkan peringatan keras: "Setiap orang Iran yang menembak ke arah kami, atau ke arah kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai hancur!"

Delegasi AS Pulang Tanpa Hasil

Wakil Presiden AS JD Vance terpaksa meninggalkan Pakistan tanpa membawa kesepakatan apa pun setelah pembicaraan intensif dengan tim Iran yang dipimpin oleh ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Delegasi Teheran juga menyertakan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam perundingan tersebut.

Perundingan ini sebenarnya dimaksudkan untuk memperkuat gencatan senjata dua minggu yang telah disepakati sebelumnya, dengan tujuan akhir mengakhiri konflik yang telah melanda Timur Tengah. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan mengacaukan pasar global, namun sekali lagi tidak menghasilkan kesimpulan yang diharapkan.

Trump Tuding Iran Ingkar Janji

Trump dengan keras mengecam Iran karena dianggap ingkar janji untuk membuka Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui oleh seperlima minyak mentah dunia. Presiden AS itu menuduh Iran dengan sengaja gagal memenuhi kewajibannya.

"Mereka bilang mereka memasang ranjau di air, meskipun seluruh Angkatan Laut mereka, dan sebagian besar 'penebar ranjau' mereka, telah hancur total. Mereka mungkin saja melakukannya, tetapi pemilik kapal mana yang mau mengambil risiko?" tanya Trump secara retoris.

Trump menegaskan bahwa sesuai janji mereka, Iran seharusnya segera memulai proses pembukaan jalur air internasional ini dengan cepat. Namun, kenyataannya Iran telah secara efektif memblokade Selat Hormuz selama berminggu-minggu, sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan kampanye pengeboman terhadap republik Islam tersebut lebih dari enam minggu lalu.

Operasi Pembersihan Ranjau Telah Dimulai

Pada hari Sabtu sebelum pengumuman blokade, militer AS telah mengumumkan bahwa dua kapal perangnya telah melintasi selat tersebut dalam operasi pembersihan ranjau awal. Trump juga mengisyaratkan bahwa "negara-negara lain" akan terlibat dalam upaya blokade tersebut, meskipun dia belum memerinci lebih lanjut mengenai hal ini.

Presiden AS itu menyatakan telah menerima laporan lengkap dari tim negosiasi AS yang terdiri dari Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner yang merupakan menantunya sendiri. Trump mengakhiri pernyataannya dengan peringatan keras bahwa pasukan AS sudah sepenuhnya siap tempur dan pada akhirnya akan "menghabisi sisa-sisa kecil dari Iran" jika diperlukan.

Blokade Selat Hormuz ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global dan stabilitas kawasan Timur Tengah yang sudah rentan akibat konflik berkepanjangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga