Trump Kembali Beri Pernyataan Samar Soal Akhir Perang Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengungkapkan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa konflik yang berkecamuk sejak 28 Februari itu tidak lama lagi akan berakhir, meskipun diperkirakan bukan pada pekan ini. Ini merupakan kesekian kalinya Trump memberikan perkiraan waktu yang samar mengenai berakhirnya perang tersebut.
Trump telah beberapa kali melontarkan pernyataan berbeda-beda tentang potensi berakhirnya perang yang dikobarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Jawaban samar ini kembali disampaikannya ketika ditanya oleh wartawan di Ruang Oval Gedung Putih mengenai kemungkinan penyelesaian konflik dalam waktu dekat.
Eropa Kompak Tolak Desakan Trump untuk Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Negara-negara Eropa secara kompak menolak desakan Presiden AS Donald Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Mereka menegaskan bahwa tidak berniat terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat antara AS dan Israel dengan Iran.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa "tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran". Dalam pernyataan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menegaskan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir" dan menyebut perang melawan Iran bukanlah "perangnya Eropa".
Iran Izinkan Perlintasan Terbatas di Selat Hormuz untuk Kapal Netral
Otoritas Iran mengizinkan perlintasan terbatas untuk sejumlah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, sambil menegaskan bahwa jalur perairan strategis ini hanya ditutup untuk "musuh". Menurut pernyataan resmi, kapal dari negara-negara yang tidak terlibat perang diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi militer bersama Teheran, meskipun ada gangguan yang lebih luas.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara lebih jelas mengatakan bahwa beberapa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz akan diizinkan untuk lewat, menunjukkan fleksibilitas dalam kebijakan Iran di tengah eskalasi konflik.
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas
Pemerintah Afghanistan menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara terhadap sebuah rumah sakit yang merawat pengguna narkoba di ibu kota Kabul. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 400 orang. Pakistan menolak klaim tersebut sebagai "palsu dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik", sambil menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan instalasi militer di Kabul dan provinsi Nangahar.
Serangan terhadap Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omar di Kabul terjadi pada hari Senin sekitar pukul 21.00 waktu setempat, menurut Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan.
Rusia Ingatkan Masalah Palestina Terlupakan Akibat Perang Iran
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengingatkan bahwa masalah Palestina berada dalam "krisis mendalam", karena eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran yang berlangsung beberapa pekan terakhir. Lavrov menyebut Palestina "dengan mudah terlupakan" saat dunia teralihkan oleh perang yang berkecamuk.
Dalam konferensi pers di Moskow, Lavrov mengatakan bahwa sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, diskusi tentang isu-isu Timur Tengah utamanya berfokus pada masalah pembentukan negara Palestina. Pernyataan ini menyoroti dampak konflik Iran terhadap agenda global lainnya.
