Trump Janjikan Pembukaan Segera Selat Hormuz di Tengah Gencatan Senjata dengan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi pasokan minyak dan gas global. Pernyataan ini disampaikan Trump saat gencatan senjata sementara dengan Iran masih berlangsung, menandai upaya untuk meredakan ketegangan yang telah mengguncang pasar energi dunia.
Pernyataan Trump dan Tantangan yang Dihadapi
Dalam keterangan kepada wartawan pada Sabtu, 11 April 2026, seperti dilaporkan Reuters, Trump tidak memberikan detail spesifik mengenai cara membuka selat tersebut. Namun, dia mengakui bahwa langkah ini tidak akan mudah. "Itu tidak akan mudah ... Saya akan mengatakan ini -- kita akan membukanya segera," tegas Trump, menegaskan komitmennya untuk mengatasi blokade yang diterapkan Iran.
Trump juga mengisyaratkan bahwa negara-negara lain telah menawarkan bantuan, meski tidak menyebutkan nama-nama negara tersebut. "Negara-negara lain menggunakan selat ini. Jadi, kita memang memiliki negara-negara lain yang akan datang, dan mereka akan membantu," ujarnya pada Jumat, 10 April 2026. Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Trump merasa kecewa dengan kurangnya dukungan dari sekutu NATO dalam mengamankan Selat Hormuz.
Dampak Perang dan Gencatan Senjata
Selat Hormuz, yang sebelumnya dilintasi oleh sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global, telah terdampak perang antara AS dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari. Aktivitas perlintasan di selat ini efektif dibatasi, memicu gangguan terburuk terhadap pasokan energi dalam sejarah. Perang ini telah menaikkan harga minyak dan menciptakan gejolak di pasar global.
Pada Selasa, 7 April 2026, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, setelah sebelumnya mengancam "penghancuran total" terhadap negara tersebut. Kesepakatan ini mengatur penghentian serangan AS terhadap Iran, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Namun, hingga kini, lalu lintas kapal di selat tetap terhenti meski gencatan senjata telah diumumkan.
Peran NATO dan Prospek Ke Depan
Laporan Reuters pada Kamis, 9 April 2026, menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, setelah bertemu Trump, menginformasikan pemerintah Eropa tentang keinginan Presiden AS untuk komitmen konkret dalam mengamankan Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menunjukkan upaya diplomatik yang intensif untuk mengatasi krisis ini.
Dengan janji pembukaan segera dari Trump, dunia menantikan langkah-langkah praktis yang akan diambil untuk memulihkan aliran energi global. Situasi ini tetap rentan, mengingat kompleksitas konflik dan ketergantungan banyak negara pada Selat Hormuz sebagai arteri energi utama.



