Trump Isyaratkan Ambil Minyak Iran dan Incar Pulau Kharg, Perang Memasuki Bulan Kedua
Trump Isyaratkan Ambil Minyak Iran dan Incar Pulau Kharg

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan keinginannya untuk mengambil minyak di Iran dan kemungkinan merebut Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak vital bagi Teheran. Isyarat ini disampaikan saat ribuan tentara tambahan AS tiba di kawasan Timur Tengah, dengan perang melawan Iran yang telah memasuki bulan kedua.

Komentar Kontroversial Trump

Dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu (29/3) waktu setempat, Trump menyatakan, "Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran." Dia membandingkan pendekatan ini dengan Venezuela, di mana AS bertujuan mengendalikan sektor minyak secara tidak terbatas.

Pulau Kharg sebagai Target

Trump menambahkan, "Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak pilihan." Dia mengklaim bahwa pulau tersebut tidak memiliki pertahanan kuat dan dapat direbut dengan mudah, meski langkah itu berarti kehadiran AS di sana untuk sementara waktu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengerahan Pasukan dan Konteks Perang

Komentar Trump muncul saat Pentagon memerintahkan pengerahan 10.000 tentara terlatih untuk operasi darat, dengan sekitar 3.500 tentara AS, termasuk 2.200 Marinir, telah tiba di Timur Tengah. Pasukan tambahan lainnya masih dalam perjalanan.

Perang AS dan Israel melawan Iran yang berkecamuk sejak 28 Februari telah mendorong harga minyak melonjak lebih dari 50 persen dalam sebulan, dengan minyak mentah Brent mencapai di atas US$ 116 per barel.

Peringatan dan Risiko

Washington telah diperingatkan bahwa serangan terhadap Pulau Kharg dapat meningkatkan risiko bagi pasukan AS dan memperpanjang konflik dengan Iran. Isyarat Trump ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah memanas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga