Presiden AS Donald Trump Ancam Serang Infrastruktur Sipil Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Ancaman ini disampaikan melalui unggahan di media sosial pada Minggu (5/4/2026), yang juga diwarnai dengan kata-kata kasar dan nada yang provokatif.
Target Serangan pada Selasa Mendatang
Trump menyebut bahwa serangan tersebut bisa terjadi pada Selasa (7/4/2026), dengan target fasilitas publik penting di Iran. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menulis, “Selasa akan menjadi Power Plant Day dan Bridge Day dalam satu momen di Iran. Ini belum pernah terjadi!!!” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pembangkit listrik dan jembatan akan menjadi sasaran utama dalam operasi militer yang direncanakan.
Konteks Ancaman dan Ketegangan di Selat Hormuz
Ancaman ini muncul dalam konteks ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital bagi perdagangan minyak global. Trump menekankan bahwa pembukaan selat tersebut adalah syarat untuk menghindari serangan. Jika Iran tidak mematuhi, AS siap mengambil tindakan militer yang signifikan, yang dapat berdampak luas pada stabilitas regional dan ekonomi dunia.
Unggahan media sosial Trump telah memicu reaksi internasional, dengan banyak negara mengkhawatirkan eskalasi konflik. Analis menilai bahwa ancaman ini bisa menjadi bagian dari strategi tekanan diplomatik, tetapi juga berpotensi memicu respons militer dari Iran. Situasi ini terus dipantau oleh komunitas global, dengan harapan dapat dicegah melalui jalur dialog.



