Atap PAUD Nuramila di Pandeglang Ambruk, Diduga Akibat Kelapukan dan Material Buruk
Atap PAUD di Pandeglang Ambruk Akibat Kelapukan

Atap PAUD Nuramila di Pandeglang Ambruk, Diduga Akibat Kelapukan dan Material Buruk

Sebuah insiden memprihatinkan terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten, di mana atap ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nuramila ambruk. Kejadian ini diduga kuat disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia, diperparah dengan kualitas material konstruksi yang kurang memadai.

Kronologi Kejadian dan Kondisi Bangunan

Menurut pengelola PAUD, Nuramila, atap tersebut ambruk pada Rabu (1 April 2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi tepatnya berada di Kampung Kubang Barat, Desa Pejamben, Kecamatan Carita. Nuramila menjelaskan bahwa bangunan ini telah lama dalam kondisi memprihatinkan.

"Lapuk dimakan usia, ditambah bahan material pas pembangunan kurang bagus, cuaca juga mempengaruhi," ujarnya pada Jumat (3 April 2026). Ia menambahkan bahwa sebelum ambruk total, sudah ada tanda-tanda kerusakan seperti plafon dan genteng yang mulai turun, serta terdengar suara kretek-kretek yang mengkhawatirkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tidak Ada Korban Jiwa, Proses Belajar Tetap Berjalan

Syukur dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Para siswa tidak berada di area bangunan saat kejadian berlangsung. Untuk memastikan kelangsungan pendidikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kini dialihkan ke halaman sekolah.

"Di halaman pakai alas karpet," kata Nuramila. Langkah ini diambil agar proses pembelajaran tidak terhenti meski dalam kondisi darurat.

Riwayat Pembangunan dan Laporan yang Tidak Ditindaklanjuti

Gedung PAUD Nuramila dibangun pada tahun 2017 dan sejak itu tidak pernah mengalami perbaikan berarti hingga akhirnya ambruk. Nuramila mengaku telah melaporkan kondisi bangunan yang memprihatinkan ini ke sistem data pendidikan pokok (Dapodik) di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.

Namun, laporan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai. "Sudah melaporkan untuk revitalisasi, namun nggak di-acc," keluhnya. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam penanganan masalah infrastruktur pendidikan di tingkat dasar.

Rencana Peninjauan dari Pihak Berwenang

Menanggapi insiden ini, pihak Dinas Pendidikan Pandeglang dan Kementerian terkait berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Rencananya, kunjungan akan dilakukan pada hari berikutnya setelah kejadian.

"Besok ada kunjungan Dirjen PAUD pusat mau datang," pungkas Nuramila. Diharapkan kunjungan ini dapat membawa solusi konkret untuk memperbaiki atau membangun kembali fasilitas pendidikan yang aman bagi anak-anak.

Insiden ini menyoroti pentingnya perawatan rutin dan penggunaan material berkualitas dalam pembangunan infrastruktur pendidikan, terutama untuk lembaga seperti PAUD yang menampung anak-anak usia dini. Keamanan dan kenyamanan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga