Trump Keluarkan Ancaman Baru ke Iran: Seluruh Peradaban Bisa Musnah Malam Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang berisi ancaman terbaru terhadap Iran. Ancaman ini disampaikan menjelang tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz, yang saat ini ditutup akibat konflik yang dipicu oleh AS dan Israel.
Pernyataan Menggemparkan di Media Sosial
Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis pernyataan yang menggegerkan dunia internasional. "Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali," tulis Trump seperti dilaporkan Aljazeera pada Selasa, 7 April 2026.
Dalam unggahan berikutnya, Trump mengaku tidak menginginkan skenario terburuk tersebut terjadi. Dia justru mengklaim ingin melihat perubahan rezim di Iran yang menurutnya bisa membawa transformasi positif. "Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan tak radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi," ujarnya.
Ultimatum Pembukaan Selat Hormuz
Sebelumnya, Trump telah memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Dia menyatakan dengan tegas bahwa jika Iran tidak mematuhi permintaan ini, Washington akan mengambil tindakan keras. "Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR!" tulis Trump dalam pernyataan resminya yang dipublikasikan pada 21 Maret.
Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia saat ini ditutup oleh Iran sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari. Penutupan selat ini telah menimbulkan ketegangan internasional yang signifikan.
Reaksi dan Situasi Terkini
Trump diketahui marah besar atas penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan telah mengajak berbagai negara untuk membantu Amerika Serikat. Namun sejauh ini, ajakan tersebut belum ditanggapi secara positif oleh sekutu-sekutu tradisional AS.
Dalam unggahan terakhirnya, Trump menambahkan pernyataan yang penuh emosi: "SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!"
Situasi ini terjadi bersamaan dengan laporan mengenai korban jiwa dalam konflik tersebut, termasuk 310 siswa dan guru Iran yang tewas dalam serangan AS-Israel, serta 750 sekolah yang mengalami kerusakan parah.



