Hari Pertama Blokade AS, Tiga Kapal Tanker Sukses Lewati Selat Hormuz
Teheran - Sedikitnya tiga kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz pada Selasa (14/4) waktu setempat, tepat di hari pertama Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade laut secara penuh terhadap kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran. Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tersebut pada Minggu (12/4) setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
Data Perkapalan Ungkap Alasan Kelancaran Lintasan
Data perkapalan terbaru yang dilansir Reuters dan Al Arabiya menunjukkan bahwa ketiga kapal tersebut dapat melintasi Selat Hormuz karena tidak menuju ke pelabuhan Iran, sehingga mereka tidak termasuk dalam cakupan blokade AS. Ini mengonfirmasi bahwa blokade hanya berlaku untuk kapal yang berlabuh di Iran.
Menurut data LESG, salah satu kapal yang diidentifikasi sebagai kapal tanker jarak menengah, Peace Gulf yang berbendera Panama, sedang berlayar ke pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab (UEA). Kapal ini, berdasarkan data Kpler, biasanya mengangkut naphtha Iran, bahan baku petrokimia, ke pelabuhan non-Iran di Timur Tengah untuk kemudian diekspor ke Asia.
Kapal Lainnya yang Terkena Sanksi AS
Sebelumnya, dua kapal tanker lainnya yang dikenai sanksi AS juga berhasil melewati jalur perairan sempit ini. Kapal tanker Murlikishan, menurut data Kpler, sedang berlayar menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April. Kapal ini, yang sebelumnya dikenal sebagai MKA, telah mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.
Satu kapal lainnya, Rich Starry, berdasarkan data LSED dan Kpler, menjadi kapal pertama yang melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk sejak blokade AS dimulai. Kapal tanker ini dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, dikenai sanksi AS karena berurusan dengan Iran. Rich Starry merupakan kapal tanker jarak menengah yang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol, dengan awak berkebangsaan China, dan memuat kargo di pelabuhan terakhir, Hamriyah di UEA.
Kritik Keras dari China
Kementerian Luar Negeri China, dalam pernyataan pada Selasa (14/4), mengecam blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tindakan "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". Beijing memperingatkan bahwa langkah semacam ini hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan. Namun, dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China tidak menyinggung secara spesifik soal kapal-kapal China yang melewati Selat Hormuz.
Belum ada komentar resmi dari perusahaan China, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, terkait situasi terkini di Selat Hormuz. Insiden ini menyoroti kompleksitas geopolitik di kawasan tersebut, di mana blokade AS menghadapi tantangan dari negara-negara lain seperti China.



