Taliban Klaim Pakistan Serang Afghanistan, Puluhan Korban Luka dan Tewas
Jakarta - Dunia Hari Ini kembali hadir dengan laporan terkini dari berbagai belahan dunia pada edisi Senin, 23 Februari 2026. Berita utama kali ini berasal dari Afghanistan, di mana Taliban menyatakan bahwa Pakistan telah melancarkan serangan terhadap wilayah mereka, mengakibatkan puluhan orang terluka dan tewas.
Serangan Pakistan di Afghanistan
Pakistan mengaku melancarkan serangan terhadap target di Afghanistan setelah menyalahkan serangan bom bunuh diri baru-baru ini. Taliban, yang berkuasa di Afghanistan, melaporkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban dalam serangan yang terjadi pada hari Sabtu, 22 Februari 2026. Kementerian Pertahanan Taliban berjanji akan membalas serangan ini, menandai ketegangan yang semakin parah antara kedua negara.
Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Kabul membebaskan tiga tentara Pakistan dalam upaya yang dimediasi oleh Arab Saudi. Kementerian Informasi Pakistan pada hari yang sama menyatakan bahwa serangan tersebut melibatkan "penargetan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris."
Laporan Tempo tentang Sosok di Balik 'Gemoy' Prabowo
Di sisi lain, nama Lucian Despoiu ramai dibicarakan di internet setelah Tempo menerbitkan laporan berjudul "Pelobi Asing di Dekat Presiden." Laporan tersebut mengungkapkan bagaimana Despoiu merupakan sosok di balik gimik "gemoy" Presiden Prabowo Subianto selama kampanye pemilu. Menurut Tempo, Despoiu diketahui hadir dalam rapat-rapat yang dipimpin oleh Prabowo, dan Luhut Binsar Pandjaitan disebut sebagai salah satu tokoh yang memperkenalkannya dengan presiden.
Insiden Keamanan di Resor Trump
Di Amerika Serikat, agen Secret Service menembak mati seorang pria yang menerobos perimeter keamanan resor Mar-a-Lago milik Donald Trump. Pria tersebut membawa senapan dan jerigen bahan bakar saat terlihat di gerbang utara resor di Florida sekitar pukul 1:30 pagi waktu setempat. Trump sedang berada di Washington dan tidak hadir di lokasi kejadian. Pria yang terlibat dalam insiden hari Minggu, 22 Februari 2026, diidentifikasi sebagai Austin Tucker Martin, 21 tahun, dari North Carolina, menurut sumber penyelidikan. Dua agen Secret Service dan seorang wakil sheriff Palm Beach County menghadapinya dan memerintahkan untuk menjatuhkan barang-barang tersebut.
Usulan Hukuman untuk Warga Australia Terkait ISIS
Di Australia, oposisi federal mengusulkan tindak pidana baru untuk menghukum mereka yang membantu warga Australia dengan hubungan ISIS untuk kembali ke negaranya. Mereka menuduh pemerintah bersikap acuh tak acuh terhadap kemungkinan kembalinya 34 istri dan anak-anak mantan pejuang. Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke telah memberlakukan pemblokiran sementara terhadap salah satu anggota kelompok tersebut, namun mengatakan bahwa badan keamanan Australia (ASIO) tidak percaya 33 orang lainnya memenuhi syarat untuk tindakan yang sama.