Mengenal Supreme Leader Iran dan Perbedaannya dengan Presiden
Jakarta - Iran baru saja mengumumkan penunjukan Supreme Leader atau Pemimpin Tertinggi yang baru, yaitu Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Pengumuman resmi ini disiarkan melalui televisi nasional Iran, menandai babak baru dalam kepemimpinan negara tersebut.
Latar Belakang Penunjukan Supreme Leader Baru
Sebelumnya, Supreme Leader Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Teheran. Ali Khamenei telah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak akhir abad ke-20, menjadi figur paling berpengaruh dalam sistem pemerintahan negara itu. Kematiannya membuka jalan bagi suksesi kepemimpinan, dengan putranya, Mojtaba Khamenei, kini mengambil alih peran tersebut.
Struktur Pemerintahan Iran: Supreme Leader dan Presiden
Dalam struktur pemerintahan Iran, selain Supreme Leader, terdapat juga jabatan Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum. Saat ini, Presiden Iran dijabat oleh Masoud Pezeshkian sejak tahun 2024. Namun, banyak yang bertanya-tanya tentang perbedaan mendasar antara kedua posisi ini dalam hierarki kekuasaan Iran.
Tentang Supreme Leader Iran
Merujuk pada sumber seperti Encyclopaedia Britannica, Supreme Leader merupakan Pemimpin Tertinggi dalam sistem politik Republik Islam Iran. Jabatan ini memegang otoritas paling besar di negara tersebut, mencakup bidang politik, militer, dan keagamaan. Beberapa kewenangan strategis Supreme Leader meliputi:
- Mengendalikan angkatan bersenjata dan pasukan keamanan.
- Menunjuk pejabat tinggi negara, termasuk kepala lembaga-lembaga kunci.
- Menentukan arah kebijakan besar negara, terutama dalam hal luar negeri dan keamanan.
Supreme Leader dipilih oleh Assembly of Experts, sebuah lembaga ulama, dan menjabat tanpa batas masa jabatan selama masih dianggap memenuhi syarat. Ini menjadikannya figur sentral yang stabil dalam pemerintahan Iran.
Bedanya dengan Presiden Iran
Sementara itu, Presiden Iran berperan sebagai kepala pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Tugas utama Presiden meliputi:
- Menjalankan administrasi negara sehari-hari, termasuk mengelola kebijakan ekonomi dan program pemerintahan.
- Memimpin kabinet dan mengawasi pelaksanaan undang-undang.
- Mewakili Iran dalam urusan diplomatik tingkat tertentu.
Namun, kewenangan Presiden tetap berada di bawah otoritas Supreme Leader. Banyak keputusan strategis, terutama terkait militer, keamanan, dan kebijakan luar negeri, tetap berada di tangan Pemimpin Tertinggi. Dengan demikian, Presiden lebih berperan sebagai pelaksana pemerintahan, sedangkan Supreme Leader menjadi otoritas utama yang menentukan arah negara secara keseluruhan.
Kesimpulan
Secara ringkas, Supreme Leader merupakan Pemimpin Tertinggi Iran dengan kekuasaan paling besar dalam sistem negara, sementara Presiden berperan sebagai kepala pemerintahan yang menjalankan kebijakan sehari-hari di bawah pengawasan Supreme Leader. Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Supreme Leader baru menegaskan pentingnya posisi ini dalam menjaga stabilitas dan arah politik Iran ke depan.



