Serangan Trump ke Iran Picu Kecaman Keras dari Eks Wapres AS Kamala Harris
Serangan Trump ke Iran Dikecam Keras oleh Kamala Harris

Serangan Trump ke Iran Picu Protes Dalam Negeri, Eks Wapres AS Kecam Keras

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, dengan tegas mengecam serangan militer AS ke Iran yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui akun X resminya, Harris menyebut tindakan ini sebagai upaya untuk 'perubahan rezim' yang berbahaya dan tidak perlu.

Kecaman Terhadap Kebijakan Perang Trump

"Izinkan saya memperjelas. Saya menentang perang perubahan rezim di Iran, dan pasukan kita ditempatkan dalam bahaya demi perang pilihan Trump," tulis Harris seperti dilansir dari The Hill pada Minggu (1/3/2026). Dia menuduh Trump telah menyeret AS ke dalam konflik yang tidak diinginkan oleh rakyat Amerika, serta berbohong selama kampanye pemilihan Presiden 2024 dengan janji mengakhiri perang alih-alih memulainya.

Harris, yang merupakan politikus dari Partai Demokrat, juga mengkritik pernyataan Trump tahun lalu yang mengklaim telah menghancurkan program nuklir Iran, dengan menyebutnya sebagai kebohongan. Dia menekankan bahwa serangan ini tidak bijaksana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak mendapat dukungan dari kongres maupun masyarakat AS.

Dampak Serangan dan Respons Internasional

Serangan gabungan AS dan Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2) menargetkan fasilitas militer Iran, termasuk komando Korps Garda Revolusi Islam, lokasi peluncuran rudal, dan sistem pertahanan udara. Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran mengungkapkan bahwa serangan ini menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai hampir 750 orang, dengan dampak meluas ke 24 dari 31 provinsi di Iran.

Komando Pusat AS sedang menyelidiki insiden yang diduga menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, yang menurut pejabat setempat menewaskan lebih dari 100 siswi. Sementara itu, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan besar-besaran dengan lebih dari 200 jet, menghantam ratusan target termasuk pangkalan udara dan sistem pertahanan Iran.

Panggilan untuk Tindakan Kongres dan Doa untuk Prajurit

Harris menyerukan agar Kongres menggunakan semua kekuatan yang tersedia untuk mencegah keterlibatan AS lebih jauh dalam konflik ini. "Tidak ada keraguan dalam penentangan kami terhadap perang pilihan Donald Trump, dan Kongres harus menggunakan semua kekuatan yang tersedia untuk mencegahnya lebih jauh melibatkan kita dalam konflik ini," tegasnya.

Dia juga menyatakan bahwa dirinya dan mantan suami, Doug Emhoff, akan berdoa untuk semua prajurit AS yang berani, menekankan bahwa mereka berhak dipimpin oleh Panglima Tertinggi yang mengambil keputusan perang dan perdamaian dengan keteguhan dan disiplin. Serangan ini telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei, memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.