Serangan Rudal Iran Lukai 14 Warga Sipil di Israel, Termasuk Anak 11 Tahun
Layanan darurat Israel melaporkan bahwa 14 orang, termasuk seorang gadis berusia 11 tahun, terluka dalam serangan rudal di dekat Tel Aviv pada hari Rabu. Militer Israel menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan ini, yang memicu sirene peringatan di sebagian besar wilayah tengah dan utara negara itu.
Kondisi Korban dan Dampak Serangan
Di kota Bnei Brak, dekat Tel Aviv, layanan darurat Magen David Adom mengevakuasi 14 korban ke rumah sakit. Gadis berusia 11 tahun tersebut berada dalam kondisi kritis akibat luka pecahan peluru, sementara seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang wanita berusia 36 tahun mengalami luka sedang. Sebelas korban lainnya dilaporkan dalam kondisi ringan, termasuk seorang pria berusia 61 tahun yang terluka di wilayah utara Israel setelah tembakan dari Lebanon, di mana pasukan Israel berkonflik dengan Hizbullah yang didukung Iran.
Polisi Israel melaporkan kerusakan di beberapa lokasi di Israel tengah, dengan gambar yang menunjukkan puing-puing rudal di jalan. Foto-foto dari Bnei Brak, yang sebagian besar dihuni oleh komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, menampilkan petugas pertolongan pertama dan warga membawa anak-anak kecil keluar dari gedung apartemen yang terkena dampak. Di pusat kota Tel Aviv, rekaman menunjukkan petugas di lokasi dampak lain dan kawah kecil di dekat kedutaan Prancis.
Klaim dan Tuduhan Antar Negara
Iran mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan sasaran militer, tetapi Kementerian Luar Negeri Israel membalas dengan tuduhan kejahatan perang. Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, mereka menulis, "Menargetkan warga sipil dan meningkatkan korban jiwa melalui rudal yang dilengkapi dengan bom tandan adalah bagian dari daftar panjang kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama beberapa dekade oleh rezim fanatik Iran." Media Israel melaporkan bahwa amunisi tandan, yang meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil, digunakan dalam serangan ini, dengan kedua belah pihak sebelumnya saling menuduh menggunakan senjata semacam itu.
Pada Rabu pagi, militer Israel mengidentifikasi sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman serta empat putaran rudal dari Iran. Gelombang peringatan serangan udara baru terdengar lagi di Israel tengah sekitar pukul 17.30 waktu setempat, saat warga Yahudi Israel bersiap untuk liburan Paskah, meskipun tidak ada laporan langsung tentang korban luka tambahan. Media Israel memperkirakan sekitar 10 rudal telah ditembakkan dari Iran dalam insiden ini.
Pembatasan Informasi dan Dampak Lanjutan
Karena aturan sensor militer yang berlaku di Israel sejak awal perang, situs-situs militer yang sensitif ditutup untuk umum dan pers. Lokasi dampak di daerah padat penduduk umumnya ditutup sampai dibersihkan dari puing-puing rudal dan amunisi yang belum meledak. Situasi ini menyulitkan akses informasi langsung dari lapangan, sementara ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat.



