Serangan Gabungan AS-Israel Guncang Fasilitas Minyak Iran
Ledakan dahsyat mengguncang depot minyak di kota Karaj, Iran, menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden berdarah ini menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 21 orang lainnya, menambah daftar korban dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Korban Jiwa Berjatuhan di Karaj dan Najafabad
Kantor berita Tasnim yang mengutip pejabat keamanan setempat melaporkan, serangan terhadap depot minyak Fardis di kota Karaj, provinsi Alborz, telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Para korban termasuk warga sipil yang tinggal di sekitar wilayah fasilitas strategis tersebut.
Sementara itu, di kota Najafabad di Iran tengah, situasi bahkan lebih tragis. Serangan rudal ganda yang diluncurkan AS-Israel dilaporkan menewaskan 20 orang dan melukai 50 orang lainnya. Seorang petugas polisi yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan, petugas penyelamat dan warga biasa sedang membantu korban luka ketika rudal kedua menghantam lokasi yang sama beberapa menit kemudian.
Lima Fasilitas Minyak Menjadi Sasaran
Serangan skala besar ini menargetkan total lima fasilitas minyak di sekitar ibu kota Iran. CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, mengkonfirmasi bahwa empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh.
"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut," ujar Veyskarami dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran. Meskipun fasilitas infrastruktur energi mengalami kerusakan, pihak berwenang berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi.
Dampak Lingkungan dan Pasokan Energi
Pasca serangan, asap kebakaran menyelimuti ibu kota Iran sepanjang malam, menciptakan kabut gelap yang mengganggu aktivitas warga saat pagi tiba. Banyak warga melaporkan masih mencium bau terbakar yang kuat di udara, mengindikasikan dampak lingkungan yang serius dari insiden ini.
Meskipun serangan menyebabkan gangguan signifikan, Veyskarami menegaskan bahwa depot minyak Iran masih memiliki "cadangan bensin yang cukup" untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pernyataan ini muncul sebagai upaya menenangkan publik di tengah kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar.
Eskalasi Konflik yang Mengkhawatirkan
Serangan terbaru ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara blok AS-Israel dengan Iran. Insiden di Karaj dan Najafabad terjadi hanya sehari setelah serangan terhadap Kilang Minyak Tehran pada 7 Maret 2026 yang juga menimbulkan korban jiwa.
Konflik yang semakin meluas ini tidak hanya mengancam stabilitas regional tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan energi global, mengingat posisi strategis Iran sebagai produsen minyak utama di Timur Tengah.



