SBY Peringatkan Dampak Global Perang AS-Iran, Serukan Kompromi untuk Perdamaian
SBY Peringatkan Dampak Global Perang AS-Iran, Serukan Kompromi

SBY Peringatkan Dampak Global Perang AS-Iran, Serukan Kompromi untuk Perdamaian

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan harapan dan kekhawatirannya terkait konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Dalam pidatonya, SBY dengan tegas menyatakan harapan agar perang segera berakhir, sambil memperingatkan konsekuensi serius jika pertikaian terus berlanjut.

Peringatan Dampak Ekonomi Global

SBY menyebutkan bahwa seluruh negara di dunia akan terkena dampak negatif jika perang di Timur Tengah ini tidak segera dihentikan. Dia secara khusus menekankan ancaman terhadap stabilitas ekonomi global. "Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena. Ekonomi akan berantakan di seluruh dunia," ujar SBY dengan nada serius.

Pernyataan ini disampaikannya saat bertindak sebagai pembicara utama dalam acara bertajuk Supermentor, yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Acara tersebut berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Selasa tanggal 14 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penekanan pada Pentingnya Kompromi dalam Negosiasi

Mantan presiden yang dikenal dengan pengalamannya dalam diplomasi internasional ini lebih lanjut menekankan prinsip kompromi sebagai kunci dalam proses negosiasi perdamaian. "Dan memang semua tahu, tidak ada resep yang ajaib untuk sebuah deal kesepakatan, perlu ada take and give, compromise. Kesediaan untuk mundur satu langkah ke belakang masing-masing pihak yang sedang berunding," jelas SBY.

Dia menggarisbawahi bahwa penyelesaian konflik memerlukan fleksibilitas dan kesediaan semua pihak untuk berkorban demi mencapai kesepakatan yang berkelanjutan.

Pengalaman Langsung sebagai Peacekeeper

SBY juga membagikan pengalaman pribadinya yang mendalam dalam upaya resolusi konflik dan misi perdamaian. "Saya kenyang dalam resolusi konflik, saya kenyang dalam bisnis negosiasi. Saya juga pernah menjadi peacekeeper di Bosnia, bahwa memang diperlukan ketangguhan, kesabaran dalam sebuah peace process, dalam perundingan," katanya.

Dari pengalaman bertugas sebagai penjaga perdamaian di Bosnia tersebut, SBY menyatakan telah memperoleh pemahaman mendalam tentang kompleksitas dan tantangan dalam membangun proses perdamaian yang efektif.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Pejabat Tinggi

Acara Supermentor ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara, yang menunjukkan pentingnya forum diskusi tersebut. Para tamu kehormatan yang hadir antara lain:

  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
  • Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)
  • Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno
  • Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman
  • Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya
  • Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan
  • Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Stella Christie
  • Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah

Kehadiran mereka menegaskan bobot dan relevansi pembahasan mengenai dinamika geopolitik global serta upaya perdamaian internasional yang dibawakan oleh SBY.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga