Kilas Balik Salah Terjemahan 'Reset' yang Memalukan AS-Rusia
Salah Terjemahan 'Reset' Memalukan AS-Rusia

Hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) dengan Rusia pernah diwarnai tragedi yang menggelikan. AS pernah salah menerjemahkan kata 'reset' ke dalam bahasa Rusia, yang berujung pada momen memalukan sekaligus lucu.

Dilansir dari The New York Times, peristiwa salah terjemah ini terjadi pada 6 Maret 2009. Saat itu, AS dipimpin oleh Presiden Barack Obama. Hubungan AS dan Rusia sempat renggang selama beberapa tahun akibat peran Rusia dalam perang di Georgia. Sementara itu, AS mendorong Georgia dan Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Oleh karena itu, AS berusaha memperbaiki hubungan dengan Rusia. Kedua negara pun mengadakan pertemuan diplomatik pada 6 Maret 2009. Pertemuan ini diwakili oleh Menteri Luar Negeri AS saat itu, Hillary Clinton, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey V. Lavrov.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tombol Merah yang Salah

Hillary memberikan Lavrov sebuah tombol plastik merah bertuliskan kata bahasa Inggris 'reset' dan kata bahasa Rusia 'peregruzka'. Hadiah itu merupakan sindiran terhadap seruan Wakil Presiden Joseph R. Biden Jr. di Munich, Jerman, pada Februari 2009. Sang Wapres mendorong agar kedua negara 'menekan tombol reset' pada hubungan mereka.

'Kami bekerja keras untuk mendapatkan kata bahasa Rusia yang tepat,' kata Hillary sambil menyerahkan tombol itu kepada Lavrov. 'Menurut Anda, apakah kami berhasil?' tanya Hillary.

'Anda salah,' jawab Lavrov. Lavrov kemudian menjelaskan bahwa 'peregruzka' artinya bukan 'reset', melainkan 'overcharged' (tagihan berlebih). 'Kami tidak akan membiarkan Anda melakukan itu kepada kami,' kata Lavrov sambil tertawa terbahak-bahak.

Tawa dan Pembelajaran

Seisi ruangan pun akhirnya dipenuhi gelak tawa. Kedua menteri luar negeri tersebut kemudian melaporkan bahwa mereka telah melakukan pertukaran positif terkait kerja sama strategis. Namun, tombol merah tetap meninggalkan kesan yang lama. Lavrov mengatakan ia berharap kesalahan terjemah itu bisa mendorong kemajuan pembelajaran bahasa Rusia di AS.

Hillary pun menanggapi dengan canda. 'Menteri mengoreksi pilihan kata kami. Tetapi dalam arti tertentu, kata yang ada di tombol ternyata juga benar,' kata Hillary. 'Kami sedang melakukan reset, dan karena kami melakukan reset, saya dan menteri memiliki "beban kerja berlebih".'

Meskipun tragedi itu tampak sepele dan menggelikan, Hillary tetap menjadi objek olok-olok oleh media Rusia. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil dalam diplomasi bisa berdampak besar, namun juga bisa disikapi dengan humor.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga