IDI: Tindakan Dokter Icha Tangani Pasien Gigitan Ular Sudah Sesuai SOP
IDI: Tindakan Dokter Icha Tangani Pasien Gigitan Ular Sesuai SOP

IDI Bela Tindakan Dokter Icha

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara terkait penanganan pasien gigitan ular oleh mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Organisasi profesi ini menegaskan bahwa almarhumah sudah menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Perwakilan IDI Nusa Tenggara Timur, Ronald Louk, saat menghadiri pemakaman dr. Icha di Kupang, Selasa (30/6/2026).

Serum Antibisa Ular: Pisau Bermata Dua

Menurut Ronald Louk, pemberian serum antibisa ular (antivenom) tidak bisa dilakukan secara sembarangan. "Obat ini memiliki risiko efek samping berat, bahkan bisa berujung kematian jika diberikan tanpa indikasi klinis yang jelas," tegasnya. Serum hanya diberikan apabila pasien menunjukkan gejala sistemik yang memerlukan intervensi. Keputusan dr. Icha untuk tidak langsung memberikan serum kepada pasien anak yang digigit ular merupakan langkah medis yang tepat dan sesuai keilmuan.

Ronald menambahkan, "Semua yang dilakukan dr. Icha saat melayani pasien gigitan ular sudah melakukan semua tindakan medis sesuai SOP yang berlaku dan sudah sesuai keilmuan yang kita pelajari di pendidikan kedokteran. Jadi itu tidak ada malapraktik."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konsultasi dengan Spesialis Toksinologi

Dalam menangani kasus tersebut, dr. Icha juga melakukan konsultasi dengan dr. Tri Maharani, satu-satunya dokter spesialis toksinologi ular berbisa di Indonesia. Langkah ini menunjukkan kehati-hatian dan profesionalisme dr. Icha. Ronald menjelaskan bahwa serum antibisa ular ibarat pisau bermata dua: bisa menjadi obat, tetapi juga bisa membahayakan pasien jika diberikan tanpa indikasi yang tepat.

Faktor Logistik Penyimpanan Serum

Selain faktor medis, terdapat faktor logistik yang ketat terkait penyimpanan serum. Ronald mengungkapkan bahwa serum antibisa ular tidak disimpan di rumah sakit, melainkan di Dinas Kesehatan setiap wilayah. Hal ini menambah kompleksitas dalam penanganan kasus gigitan ular di daerah.

IDI berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak terburu-buru menuding malapraktik tanpa memahami prosedur medis yang benar. Pihak keluarga dan rekan sejawat dr. Icha berharap kejadian ini dapat diusut tuntas dan memberikan keadilan bagi almarhumah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga