Rudal Israel Hantam SD Putri di Iran, 40 Siswi Tewas dalam Serangan Brutal
Rudal Israel Hantam SD Putri di Iran, 40 Siswi Tewas

Rudal Israel Hantam SD Putri di Iran, 40 Siswi Tewas dalam Serangan Brutal

Gelombang serangan militer Israel di wilayah Iran terus meningkat dengan intensitas yang mengkhawatirkan. Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan dunia, rudal tentara Israel dilaporkan menghantam sebuah sekolah dasar khusus putri di kota Minab, provinsi Hormozgan, yang terletak di Iran selatan.

Korban Jiwa yang Terus Bertambah

Televisi pemerintah Iran mengumumkan melalui siaran resmi bahwa jumlah korban tewas dari serangan ke sekolah dasar perempuan Minab telah mencapai 40 orang, sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sementara itu, laporan dari Anadolu Agency menyebutkan bahwa korban luka akibat insiden tragis ini mencapai 45 orang.

Sekolah tersebut terkena serangan pada pagi hari waktu setempat, ketika aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas darurat di lokasi kejadian, dengan perkiraan bahwa jumlah korban mungkin akan terus bertambah seiring dengan pencarian korban yang lebih mendalam.

Serangan Gabungan AS dan Israel

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Kedua negara mengklaim bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran terhadap stabilitas regional dan keamanan internasional.

Dalam pernyataan video terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan dukungan mereka terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran. Pernyataan ini semakin memanaskan ketegangan diplomatik yang sudah memuncak antara Iran dengan blok Barat.

Respons dan Ancaman Balasan dari Iran

Pemerintah Iran dengan tegas menyebut serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat ditoleransi. Militer Iran telah berjanji untuk membalas dan melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Insiden ini terjadi dalam konteks eskalasi konflik yang lebih luas, di mana Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengakui serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam akan potensi perang terbuka yang dapat melibatkan lebih banyak negara di kawasan tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran telah mengungkapkan kondisi Warga Negara Indonesia di Teheran pasca serangan, meskipun lokasi serangan di Minab cukup jauh dari ibu kota. Masyarakat internasional kini menanti perkembangan lebih lanjut sambil mendesak deeskalasi untuk mencegah korban sipil yang lebih banyak lagi.