Rudal Iran Hantam Dimona, Fasilitas Nuklir Israel Rusak, Puluhan Luka
Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel, Puluhan Luka

Rudal Iran Hantam Dimona, Fasilitas Nuklir Israel Rusak, Puluhan Luka

Militer Israel mengonfirmasi sebuah rudal Iran telah menghantam Kota Dimona yang terletak di gurun Negev. Lokasi tersebut merupakan tempat fasilitas nuklir Israel berada, menandai eskalasi ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Serangan Langsung di Pusat Kota

Menurut laporan AFP pada Minggu (22/3/2026), serangan terjadi pada Sabtu (21/3) waktu setempat dengan rudal menghantam langsung sebuah bangunan di Dimona. Televisi pemerintah Iran menyatakan serangan ini sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap situs nuklir mereka.

Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan kerusakan parah di beberapa bangunan akibat serangan langsung tersebut. "Menindaklanjuti laporan serangan di kota Arad, ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal," jelas dinas tersebut dalam pernyataan resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Media Israel menunjukkan gambar-gambar bangunan yang rusak parah di kota tersebut, yang terletak sekitar 25 kilometer timur laut Dimona. Kota Arad sendiri juga mengalami serangan beberapa jam sebelumnya.

Korban dan Dampak Serangan

Petugas medis Israel menyatakan sekitar 30 orang terluka di kota Arad, Israel selatan. Luka-luka terjadi setelah polisi melaporkan adanya puing-puing yang berjatuhan menyusul peringatan akan serangan dari Iran.

"Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut," tegas pernyataan dinas pemadam kebakaran Israel, menekankan sifat serangan yang langsung dan terfokus pada area permukiman.

Latar Belakang Konflik Nuklir

Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Iran dan Israel mengenai program nuklir. Organisasi energi atom Iran sebelumnya melaporkan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran serangan oleh Amerika Serikat dan Israel.

"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini," bunyi pernyataan organisasi tersebut yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Namun, organisasi energi atom Iran menegaskan bahwa "tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan" di daerah Natanz yang terletak di Iran tengah. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah suasana Idulfitri, menambah dimensi politik dan simbolis pada konflik ini.

Eskalasi yang Berkelanjutan

Insiden ini merupakan bagian dari pola eskalasi militer antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun:

  • Serangan rudal dan drone Iran terhadap Israel pada April 2024 yang melibatkan sekitar 300 drone dan rudal
  • Serangan balasan Israel terhadap fasilitas rudal balistik Iran di Teheran
  • Ketegangan di Selat Hormuz terkait perlintasan kapal internasional

Konflik nuklir antara Iran dan Israel terus berkembang dengan dinamika yang kompleks, melibatkan tidak hanya kedua negara tersebut tetapi juga kekuatan internasional seperti Amerika Serikat. Serangan terbaru di Dimona menunjukkan bahwa fasilitas nuklir tetap menjadi target strategis dalam konflik regional ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga