Presiden Belarus Jadi Tamu Negara Pertama yang Menginap di Istana Negara
Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Sejarah Baru

Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, mencatat sejarah sebagai tamu negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara, Jakarta, selama kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada 2-3 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Lukashenko setelah 13 tahun, dan diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Penyambutan Meriah dengan Tarian Tradisional

Upacara penyambutan dimulai sekitar pukul 11.25 WIB, diawali dengan iring-iringan mobil yang membawa Lukashenko dikawal pasukan berkuda dan pengawal bermotor. Pasukan jajar kehormatan berbaris dari gerbang hingga pilar-pilar Istana Merdeka, sementara para siswa mengibarkan bendera Indonesia dan Belarus. Lukashenko disambut dengan Tarian Enggang dari Kalimantan Timur, tarian tradisional Suku Dayak Kenyah sebagai simbol penghormatan. Setibanya di halaman Istana, Prabowo dan Lukashenko berjabat tangan dan berpelukan hangat sebelum menuju mimbar upacara. Lagu kebangsaan Belarus dan Indonesia diperdengarkan, dilanjutkan dengan inspeksi pasukan kehormatan di halaman Istana.

Momen Spontan: Lukashenko Beri Pulpen ke Prabowo

Setelah upacara, Lukashenko menandatangani buku tamu di Ruang Kredensial Istana Merdeka. Secara spontan, ia memberikan pulpen yang digunakannya kepada Prabowo. Prabowo yang sempat terkejut kemudian tersenyum dan memasukkan pulpen tersebut ke dalam jasnya. Momen ini menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Prabowo dan Lukashenko kemudian menggelar pertemuan tete-a-tete yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peta Jalan Kerja Sama Bilateral 2026-2030 dan 7 MoU

Dalam pertemuan bilateral, Prabowo mengumumkan peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus. "Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," ujar Prabowo. Peta jalan tersebut mencakup bidang ketahanan pangan, ekonomi, perdagangan, industri, serta sosial budaya. Di bidang ketahanan pangan, kerja sama difokuskan pada pupuk dan alat pertanian. Di bidang ekonomi, kemitraan diperluas untuk mendukung pembangunan nasional, termasuk pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, dan kerja sama teknologi. Prabowo juga mengapresiasi Belarus yang telah meratifikasi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk memperluas perdagangan. Di bidang industri, kedua negara sepakat meningkatkan investasi di sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Kerja sama sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia juga dikuatkan melalui kemitraan pendidikan dan vokasi serta pertukaran budaya.

Selain peta jalan, tujuh nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama ditandatangani, meliputi: 1) Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Perindustrian Belarus; 2) Kerja Sama Bidang Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Kebudayaan Belarus; 3) Kerja Sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Nasional Belarus; 4) Kerja Sama Bidang Kesehatan antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Belarus; 5) Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus; 6) Kerja Sama Pertukaran Laporan Intelijen terkait Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal antara PPATK dan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus; dan 7) Kerja Sama Bidang Akreditasi Nasional antara Komite Akreditasi Nasional RI dan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.

Lukashenko: Indonesia Partner Penting di Asia Tenggara

Dalam keterangan pers bersama, Lukashenko menyebut Indonesia sebagai partner penting Belarus di Asia Tenggara. "Jika ada cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup," katanya. Ia mengapresiasi pertemuan yang konstruktif dan bersahabat, serta menyambut baik rencana Indonesia membuka KBRI dan rute penerbangan langsung ke Belarus. "Pasti warga negara kita akan semakin banyak berkunjung ke Indonesia dan juga pembukaan direct flight ke Belarus. Bagi orang Belarus sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kunjungan Balasan dan Sejarah Menginap di Istana Negara

Kunjungan Lukashenko merupakan balasan atas lawatan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Prabowo menyatakan akan membalas kunjungan ini ke Belarus. Yang membedakan kunjungan kali ini adalah Lukashenko menginap di Istana Negara, Jakarta, bukan di Wisma Negara seperti biasanya. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa Lukashenko menjadi presiden negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara. "Beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana," jelas Sugiono. Sebelumnya, tamu kepala pemerintahan yang menginap di Wisma Negara adalah Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Kunjungan kenegaraan ini menandai penguatan hubungan strategis Indonesia-Belarus di berbagai sektor, dengan komitmen konkret melalui peta jalan dan MoU yang telah ditandatangani.