Prabowo Tegaskan Pasukan Perdamaian ke Gaza Bukan untuk Melucuti Senjata Hamas
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ide pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina, sama sekali tidak bertujuan untuk melucuti senjata Hamas. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 19 Maret 2026.
Komitmen Indonesia dalam Misi Perdamaian
Dalam diskusi terbuka yang menghadirkan sejumlah pakar dan jurnalis senior, Prabowo menjelaskan bahwa perjuangan Indonesia sejak dulu selalu membela kemerdekaan Palestina. "Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," ujarnya, dikutip dari siaran pers pada Jumat 20 Maret 2026.
Presiden menekankan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian melalui Board of Peace (BoP), asalkan semua pihak menyetujui keterlibatan Indonesia. Persetujuan terpenting, menurutnya, harus datang dari tokoh-tokoh Palestina, negara-negara mayoritas muslim di BoP, dan Hamas itu sendiri.
Syarat National Caveats dan Penangguhan Rencana
Prabowo lebih lanjut menerapkan konsep national caveats, yang memungkinkan setiap negara menghormati keberatan nasional dalam keterlibatan BoP. Indonesia secara tegas menolak terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas atau pelucutan senjata mereka. "Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas. Kedua, kita tidak mau terlibat dalam mengambil senjata dari Hamas. Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun," tegasnya.
Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ini saat ini ditangguhkan (on hold) akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Prabowo menyatakan bahwa penangguhan dilakukan setelah konsultasi dengan banyak pihak, meskipun persiapan oleh TNI AD untuk mengirim hingga 8.000 personel ke Gaza telah dilakukan.
Latar Belakang dan Konteks Internasional
Ini merupakan Ramadan pertama sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimediasi Amerika Serikat pada 10 Oktober 2025. Pasukan Indonesia direncanakan bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan, namun masih menunggu mandat resmi PBB dan situasi yang kondusif.
Pernyataan Prabowo ini menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam diplomasi perdamaian, sekaligus menegaskan prinsip non-konfrontasi dengan Hamas. Rencana pengiriman pasukan tetap menjadi bagian dari upaya global untuk meredakan ketegangan di Gaza, meski harus tertunda sementara waktu.



