Prabowo Subianto Bertolak ke Rusia untuk Pertemuan Strategis dengan Vladimir Putin
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan untuk bertolak ke Rusia dalam waktu dekat, tepatnya besok, guna menemui Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengonfirmasi rencana perjalanan ini dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2025.
"Berangkatnya minggu ini, dalam minggu ini," tegas Sugiono, menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin negara ini akan segera terlaksana.
Fokus Pembahasan: Geopolitik Global dan Sektor Energi
Pertemuan antara Prabowo dan Putin diharapkan akan membahas sejumlah isu strategis yang sangat penting, terutama terkait dinamika geopolitik global dan sektor energi. Sugiono menjelaskan bahwa topik-topik ini memiliki nilai signifikan bagi kepentingan nasional Indonesia.
"Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia dan juga yang pasti membahas tentang situasi energi," ucap Sugiono. Dia menambahkan bahwa isu energi, termasuk minyak, menjadi salah satu poin kunci dalam agenda pertemuan tersebut.
Menurut Sugiono, pembahasan mengenai minyak sangat strategis bagi bangsa Indonesia, mengingat pentingnya stabilitas pasokan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional.
Kendala Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz
Latar belakang pertemuan ini juga terkait dengan isu terkini di sektor energi, di mana dua kapal tanker milik anak usaha Pertamina, yaitu PT Pertamina International Shipping (PIS), menghadapi kendala di Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut, bernama Pertamina Pride dan Gamsunoro, belum bisa melintasi selat tersebut karena ditutup oleh Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sedang melakukan komunikasi diplomatik yang intens dengan otoritas terkait di Iran untuk menyelesaikan masalah ini. "Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026.
Bahlil sebelumnya menyebutkan adanya titik cerah di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama dua minggu. Dia berharap bahwa dalam dua minggu ke depan, kedua kapal Pertamina tersebut dapat melalui Selat Hormuz dengan lancar.
"Dengan redanya jeda dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 April. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan logistik energi yang berdampak pada pasokan minyak Indonesia.
Pertemuan antara Prabowo dan Putin diharapkan tidak hanya membahas kerja sama bilateral, tetapi juga mencari solusi atas isu-isu global yang mempengaruhi stabilitas energi dan keamanan internasional, termasuk situasi di Timur Tengah yang terkait dengan Selat Hormuz.



