PM Australia Anthony Albanese Diprotes di Masjid Lakemba Saat Idulfitri
PM Australia Diprotes di Masjid Lakemba Saat Idulfitri

PM Australia Anthony Albanese Hadapi Protes Saat Kunjungan Idulfitri di Masjid Lakemba

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghadapi situasi tegang saat mengunjungi Masjid Lakemba di Sydney barat untuk bertemu jemaah salat Idulfitri. Kunjungan yang seharusnya menjadi momen sukacita penandaan berakhirnya bulan Ramadan justru diwarnai aksi protes dari sebagian komunitas yang hadir.

Demonstrasi Menginterupsi Acara Keagamaan

Rekaman video yang beredar menunjukkan para pengunjuk rasa menginterupsi jalannya acara sekitar 15 menit setelah Albanese dan Menteri Dalam Negeri Tony Burke bergabung dengan para jamaah. Demonstran secara vokal menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap sikap pemerintah Australia terkait konflik Israel-Palestina.

"Keluar!" teriak para pengunjuk rasa kepada Albanese dan Burke, sambil menyebut mereka sebagai "pendukung genosida". Istilah ini merujuk pada pembunuhan warga Palestina di Gaza oleh Israel yang terjadi menyusul serangan militan Hamas pada tahun 2023.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Penenangan di Tengah Kericuhan

Salah satu penyelenggara acara berusaha menenangkan kerumunan dengan mengatakan, "Saudara-saudari terkasih, tenanglah sedikit. Ini Idul Fitri. Ini hari yang penuh sukacita." Namun, protes terus berlanjut hingga petugas keamanan terpaksa turun tangan.

Seorang petugas keamanan terlihat menjatuhkan seorang yang protes ke tanah sebelum mengantarnya pergi dari lokasi. Saat Albanese dan Burke meninggalkan tempat tersebut, para pengunjuk rasa masih terus meneriakkan "Memalukan!" sebagai bentuk penolakan mereka.

Respons Albanese Terhadap Insiden

Meskipun menghadapi protes, Albanese menyatakan bahwa acara di masjid tersebut "sangat positif". Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia berusaha meminimalkan insiden dengan mengatakan, "Jika ada beberapa orang yang mencemooh di tengah kerumunan 30.000 orang, itu harus dilihat dari perspektif tersebut."

PM Australia menambahkan bahwa komunitas tersebut telah menangani beberapa orang yang protes dengan baik. Ia juga mengaitkan sebagian frustrasi yang muncul dengan keputusan pemerintah Australia bulan ini yang menetapkan organisasi islamis Hizbut Tahrir sebagai kelompok kebencian terlarang.

Latar Belakang Ketegangan Komunitas

Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan yang lebih luas di Australia terkait respons pemerintah terhadap perang Gaza. Sebagian komunitas Islam dan Yahudi di negara tersebut dilaporkan marah atas sikap yang dianggap plin-plan dari pemerintah sayap kiri tengah pimpinan Albanese.

Pemerintah Australia telah menyatakan keprihatinan terhadap situasi Palestina, berulang kali mendesak gencatan senjata, namun juga mendukung hak Israel untuk membela diri. Kebijakan yang tampak ambivalen ini telah memicu ketidakpuasan dari berbagai pihak dalam masyarakat Australia yang memiliki perhatian terhadap konflik Timur Tengah.

Kunjungan Albanese ke Masjid Lakemba—yang merupakan masjid terbesar di Australia—seharusnya menjadi simbol persatuan dan perayaan keberagaman. Namun, insiden protes ini justru mengungkapkan kedalaman perpecahan dan ketidakpuasan yang ada dalam masyarakat Australia terkait isu internasional yang sensitif ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga